Jatuhnya Sherly tidaklah ringan. Dalam perjalanan menuju rumah sakit, banyak darah sudah mengalir dari bawah tubuhnya."Kak Rafael, apa aku akan mati?" isaknya.Bahkan, dalam kondisi seperti ini, Sherly tetap tidak lupa mencari segala cara untuk memikat hati Rafael."Kak Rafael, aku benar-benar sangat mencintaimu. Aku cuma ingin tetap berada di sisimu, ingin menjagamu dan anak kita seumur hidupku."Melihat wanita di hadapannya masih mendambakan belas kasihan darinya di saat-saat seperti itu, hati Rafael menjadi sedikit tersentuh, tetapi ada pula secuil rasa bersalah."Sherly, tenanglah dan lahirkan anak kita. Aku janji, hal-hal yang kamu khawatirkan nggak akan terjadi. Aku akan menyayangi anak kita dengan baik dan aku juga akan memperlakukanmu dengan baik."Tatapan mata Sherly langsung berbinar, bagaikan api lilin yang baru saja disulut."Kak Rafael, kamu benar-benar nggak akan mengusirku, 'kan? Aku cuma ingin bersamamu, melihat anak kita tumbuh dewasa."Rafael menarik napas dalam-dala
Read more