Short
Kesetiaan yang Kadaluwarsa

Kesetiaan yang Kadaluwarsa

에:  Anonima참여
언어: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
21챕터
752조회수
읽기
보관함에 추가

공유:  

보고서
개요
장르
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.

"Bu Regina, usia kandunganmu sudah hampir enam minggu. Mengingat kondisi fisikmu yang kurang baik, aku cuma bisa kasih kamu waktu setengah bulan untuk mempertimbangkan apakah akan menggugurkan kandungan ini atau nggak." Mengingat Rafael Davanka, kekasihnya selama lima tahun, Regina Kalingga pun mengangguk tanpa ragu sedikit pun. "Dua minggu lagi, aku akan datang untuk operasi." Melihat Regina sama sekali tidak bimbang, dokter itu pun merasa sedikit terkejut. "Apa kamu nggak perlu membicarakannya dulu dengan kekasihmu?" Regina tersenyum pahit sambil menggelengkan kepalanya. Pria yang dulu bersumpah setia sehidup semati dan berjanji akan menikahinya itu, kini justru menanti dengan penuh semangat kelahiran anaknya dari wanita lain, tiga bulan lagi.

더 보기

1화

Bab 1

Gadis itu baru saja lulus kuliah. Dia begitu polos hingga nyaris terlihat naif dan merupakan karyawan magang di bagian makanan dan minuman di hotel milik Rafael.

"Regina, dia sangat mirip denganmu waktu baru lulus dulu. Karena itulah, aku nggak tahan melihatnya ditindas orang lain."

Itulah yang dikatakan Rafael.

Rafael melindungi gadis itu sepenuhnya.

Awalnya, Regina mencoba membohongi dirinya sendiri. Namun, semuanya berubah saat dia melihat Rafael menjadi makin gila pada gadis itu.

Rafael merayakan ulang tahun gadis itu dan mengganti 23 kado ulang tahun yang terlambat, mulai dari mobil mewah hingga vila. Hanya demi semua itu, Rafael melupakan hari jadi hubungannya dengan Regina begitu saja.

Rafael juga menyiapkan upacara kelulusan yang megah untuk gadis itu, dengan drone dan kembang api menghiasi langit malam untuk membentuk kata-kata yang romantis dan menggoda. Akan tetapi, Rafael tidak mau datang ke rumah sakit meski hanya sebentar untuk menjenguk Regina, yang sedang mengalami demam tinggi akibat suntikan hormon demi mempersiapkan kehamilan.

Saat gadis itu menyinggung perasaan pelanggan sewaktu bekerja, Rafael membujuk gadis itu dengan suara lembut agar dia berhenti menangis. Namun, di saat yang sama, Rafael justru berbalik dan menyuruh Regina, yang merupakan seorang koki bintang yang sangat terkenal di industri kuliner, untuk menyajikan minuman demi memohon maaf kepada pelanggan tersebut.

Sekarang, gadis itu sudah mengandung ….

Sesampainya di vila, Regina mendapati bunga tulip merah muda dan bunga matahari favoritnya yang biasa menghiasi ruang tamu, sudah diganti dengan bunga mawar berwarna merah menyala serta bunga krisan berwarna ungu tua. Di atas sofa, sekarang juga dipenuhi dengan banyak boneka dengan bentuk yang kekanak-kanakan.

Seorang pembantu menghampiri Regina dan menjelaskan, "Semua ini diganti atas perintah Pak Rafel."

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Regina berjalan naik ke lantai atas. Di dalam kamar utama yang luas dan terang itu, dia melihat Rafael sedang memberikan arahan pada pembantu untuk menggantung lukisan pemandangan di dinding.

Sementara itu, foto kenangan Regina dan Rafael saat berlibur di pesisir pantai Negara Zaira teronggok di sudut ruangan setelah diturunkan dari dinding.

Melihat wajah Regina yang dingin, Rafael pun merangkul pundak Regina dan menjelaskan sambil tersenyum.

"Regina, belakangan ini mual dan muntah karena kehamilan yang diderita Sherly begitu parah. Aku nggak tenang membiarkannya terus tinggal di kontrakan bersama orang lain. Jadi, aku ingin membawanya ke vila kita untuk merawat kandungannya."

"Tenang saja. Setelah dia melahirkan anak itu, aku akan menyuruhnya pergi."

Regina menatap Rafael dengan senyum yang sulit diartikan.

"Jadi, kamu menyuruhnya tinggal di kamar tidur kita berdua? Tidur bertiga dalam satu ranjang, apa kamu nggak merasa terlalu sempit?"

Rafael menangkap sindiran dalam perkataan Regina. Senyuman yang tersungging di bibir Rafael pun perlahan memudar.

"Regina, kamu tahu sendiri kalau aku begitu tulus padamu. Bahkan, meski ibuku nggak menyukaimu, nggak pernah terpikir olehku untuk menikahi wanita lain."

"Aku berharap Ibu mau merestui pernikahan kita demi anak ini. Tapi, perutmu nggak kunjung menunjukkan tanda-tanda kehamilan. Nanti setelah anak Sherly lahir, kita akan beritahukan pada semua orang kalau itu anak kita."

"Dengan begitu, kamu nggak perlu menderita karena proses melahirkan dan kita berdua juga bisa menikah dengan semestinya. Apa salahnya dengan semua itu?"

Regina akhirnya tertawa.

Hanya saja, matanya tampak berkaca-kaca dan tawanya juga menyiratkan rasa getir.

Logika yang benar-benar konyol. Dia malah diminta menggunakan anak orang lain demi membangun sebuah keluarga bersama Rafael.

Di sudut ruangan, dua orang dalam foto itu tersenyum manis. Namun, kaca yang menutupi foto tersebut, entah sejak kapan sudah menjadi retak. Benar-benar begitu mirip dengan kondisi hubungan Regina dengan Rafael saat ini.

Dahulu, Rafael begitu memuja Regina dan begitu menyayangi, melindungi, juga memperlakukan Regina dengan penuh perhatian.

Hanya karena Regina mengatakan bahwa dia tidak menyukainya, dekorasi bergaya Negara Zaira di vila senilai puluhan miliar itu langsung diganti saat itu juga. Rafael juga menemani Regina belajar dan mengikuti kompetisi di luar negeri, bahkan sampai memutuskan hubungan dengan keluarganya sendiri demi Regina.

Sekarang, wanita lain sudah menyusup dalam hidup Regina seperti air pasang yang tak berbekas. Sebanyak apa pun resep masakan baru yang diciptakan Regina, atau setinggi apa pun pencapaian yang diraihnya, Regina tidak lagi mendapatkan perhatian dari Rafael.

Bahkan, anak mereka berdua juga tidak akan lahir dari rahim Regina sendiri.

Regina memalingkan wajah, lalu melangkah keluar dengan perasaan lelah.

"Terserah kamu. Aku mau kembali ke hotel."

Dapur belakang hotel bintang lima itu juga merupakan tempat.

Belum sempat Regina masuk ke ruang ganti, dia sudah mendengar suara kasak-kusuk dari dalam.

"Sherly sudah kembali bekerja. Waktu dia nggak kelihatan selama beberapa hari kemarin, kupikir Bu Regina dan Pak Rafael bertengkar hebat sampai Pak Rafael mengalah dan mengusirnya. Siapa sangka, ternyata Sherly cuma cuti untuk periksa kandungan."

"Kamu sudah lihat media sosial Sherly belum? Dia mulai memamerkan hasil pemeriksaan kandungannya. Itu pasti sengaja diperlihatkan untuk Regina, 'kan?"

"Awalnya, kupikir hubungan antara kepala koki dan CEO itu aneh. Tapi, siapa sangka sekarang malah pelayan yang jadian sama CEO!"

"Pergi periksa kandungan saja sampai naik Maysun-nya Pak Rafael. Kali ini Pak Rafael benar-benar jatuh hati. Demi anak itu, dia nggak akan membiarkan Sherly menderita. Regina pasti bakal pusing tujuh keliling."

Suara kasak-kusuk itu terdengar bersahut-sahutan. Begitu Regina mendorong pintu dan masuk, mereka semua langsung bubar seperti sekawanan burung yang terkejut.

Regina mengganti pakaiannya dengan cekatan, lalu menuju dapur untuk menyiapkan gastronomi molekuler yang menjadi keahliannya.

Saat sedang memasak, manajer berlari menghampiri Regina.

"Kak Regina, Pak Martin datang. Waktu Sherly menyajikan hidangan, dia nggak bisa menjelaskan detail makanannya. Pak Martin menjadi naik pitam dan nggak membiarkan Sherly pergi. Mereka sedang bertengkar di sana."

Regina adalah calon istri CEO. Selama ini, manajer selalu menganggap bahwa setelah Pak Rafael, Regina-lah pemegang kekuasaan tertinggi. Jika ada masalah, bertanya kepada Regina adalah langkah yang paling tepat.

Sudah hamil bukannya beristirahat dengan tenang di rumah untuk menjaga kandungan, malah sengaja berkeliaran di hotel. Regina tahu persis apa yang ada di pikiran Sherly. Akan tetapi, dia tidak bisa berbuat apa-apa.

"Aku akan pergi melihatnya."

Saat Regina keluar, dia mendapati Pak Martin yang sudah terlihat begitu tidak sabar.

"Bagaimanapun, tugasmu itu menyajikan makanan. Memangnya sesulit itu menjelaskan hidangan ini kepada kami?"

Sambil terisak, Sherly pun berkata, "Meski kalian kaya, aku punya harga diri! Harga diriku bukan untuk kalian injak-injak sesuka hati."

"Kamu ini bicara apa sih? Siapa yang menginjak-injak siapa?"

Teman Pak Martin yang naik pitam mengulurkan tangan untuk menarik Sherly. Namun, Regina bergegas maju untuk melerainya.

"Aaah!"

Di tengah kekacauan itu, Sherly yang panik menyambar pisau di atas meja dan mengayunkannya sembarangan. Sialnya, ayunan pisaunya tanpa sengaja mengenai tangan Regina hingga melukainya.

Darah pun mengucur deras.

Rafael yang datang terlambat segera mengusir rombongan Pak Martin, lalu menopang tubuh Sherly yang jatuh pingsan.

Regina menahan rasa sakitnya dan menarik ujung pakaian Rafael.

"Rafael, tanganku banyak sekali mengeluarkan darah."

Dia adalah seorang kepala koki, bagaimana mungkin tangannya terluka!

Rafael bahkan tidak sempat untuk melirik Regina sedikit pun.

"Sherly takut melihat darah. Dia juga sedang mengandung anak di perutnya. Aku harus membawanya ke rumah sakit sekarang."

Melihat punggung Rafael yang pergi menjauh, Regina merasakan dingin di hatinya, yang kemudian berubah menjadi kesepian yang tidak berujung.

Mungkin lebih baik jika Rafael tidak tahu tentang keberadaan anak di dalam kandungannya.

Masih ada dua minggu lagi dan setelah itu, Regina bisa pergi tanpa meninggalkan beban apa pun.
펼치기
다음 화 보기
다운로드

최신 챕터

더보기

독자들에게

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

댓글 없음
21 챕터
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status