Malam itu, setelah pintu ruang perawatan Sherly tertutup, pintu tersebut tidak pernah terbuka lagi.Rafael tidak kunjung keluar dari sana.Regina menunggu dari malam hingga dini hari, sampai akhirnya dia tidak bisa menahan diri untuk diam-diam membuka pintu itu sedikit.Regina melihat Rafael sedang mendekap Sherly dalam pelukannya, menciumnya dalam-dalam, sementara jemarinya menyelinap di antara helaian rambut hitam legam wanita itu."Kak Rafael, jangan …. Hati-hati dengan bayinya."Suara serak Rafael terdengar lirih."Sayang, sudah tahu nggak boleh, kamu masih saja menggodaku."Sherly menundukkan matanya, seperti anak kecil yang baru saja melakukan kesalahan."Kak Rafael, bagaimana kalau Kakak pergi menemui Kak Regina saja? Aku dan bayi ini akan menunggumu kembali ke sini."Akan tetapi, Rafael seakan sudah ketagihan. Dia mendekap Sherly erat-erat dan enggan melepaskannya."Tenang saja, dia selalu kuat dan nggak akan terjadi apa-apa padanya. Aku akan menemuinya nanti. Sekarang, aku cum
Read more