Setiap suapan sarapan yang kumasukkan ke mulut terasa hambar setelah ucapan Elena tadi. Aku menatap dokter Sarah yang sedang bersiap-siap ke rumah sakit. Ia tampak begitu cantik, begitu bercahaya dengan kehamilannya. Namun setiap kali mata kami bertemu, ada rasa bersalah yang menghujam jantungku.'Apakah anak yang ada di dalam rahim dokter Sarah itu benar-benar darah dagingku?' batinku semakin terasa tidak tenang."Reno, ayo kita berangkat sekarang," ajak dokter Sarah membuyarkan lamunanku."Aduh, maaf dokter, saya lupa kalau pagi ini saya ada janji dengan orang bengkel langganan Pak Adrian. Saya diperintahkan oleh Pak Adrian untuk membawa mobilnya segera bengkel waktu itu," jawabku menolak untuk mengantar dokter Sarah dan Maya ke rumah sakit."Oo gitu, ya sudah, kalau begitu saya menyetir sendiri saja. Ayo Maya," balas dokter Sarah kemudian masuk kedalam mobilnya, disusul dengan Maya yang duduk di sebelah kemudi.Aku sengaja beralasan karena aku harus mencari sesuatu yang sangat pen
Last Updated : 2026-04-12 Read more