Adrian menghela napas perlahan, mencoba menenangkan dirinya. 'Tenang Adrian, tenang. Jangan sekarang. Tunggu sampai ada yang membeli apartemen ini dan setelah itu kamu baru bisa menghempaskan wanita sialan ini,' batinnya sembari menatap lekat ke arah Lia."Lia, Mas tau kamu seperti ini karena kamu sangat sayangkan sama Mas. Tapi caranya nggak seperti ini Lia. Semenjak Mas berpisah dengan Sarah, Mas sudah membuang jauh-jauh semuanya. Mas sekarang hanya memiliki kamu, jadi nggak mungkin Mas khianati kamu. Kamu jangan curigaan lagi ya, istri mas yang paling cantik dan pengertian," ucap Adrian membuat Lia yang tadinya selalu merepet, kini jadi lunak kembali."Tapi kamu nggak ngapa-ngapain kan Mas di luar sana?" tanya Lia membuat tangan Adrian mengepal menahan emosi."Ya nggak lah sayang. Ya sudah, tolong siapkan pakaian ya, aku mau mandi dulu," balas Adrian lalu beranjak ke kamar mandi.Di dalam kamar mandi, Adrian terus merutuki kebodohannya yang sudah salah memilih Lia untuk pelampiasa
Last Updated : 2026-04-21 Read more