Padahal, dulu setiap kali dia marah padaku, aku selalu harus merenung semalaman sendiri, lalu pergi meminta maaf padanya, barulah dia terpaksa memaafkanku.Aku memejamkan mata yang terasa perih, lalu menyimpan kedua video itu.Baru saja hendak mematikan ponsel, telepon dari Kevin masuk.Aku mengangkatnya dan suara musik yang bising langsung meledak di telingaku.Kevin berteriak keras, “Hans, kamu mau mengadakan pemakaman untuk Putri? Kamu sudah gila?”“Kubilang padamu, cepat batalkan! Kalau nggak, kamu akan menyesal saat Putri kembali nanti!”Belum sempat dia selesai bicara, aku langsung mematikan telepon. Aku menarik selimut dari samping, lalu meringkuk di sofa dan tertidur.Itu adalah tidur paling nyenyak yang kurasakan dalam tiga bulan terakhir.Keesokan paginya, aku membawa dokumen-dokumen dan pergi mencabut status kependudukan Putri.Setelah selesai mengurusnya, aku pergi ke rumah Kevin.Pintu rumahnya tertutup rapat. Aku menekan bel berkali-kali, barulah terdengar suara pintu dib
Read more