Bab 18. Penjarakan saja dia, bos? "Satu hari penuh bekerja begitu melelahkan, tapi aku harus kuat." Elena tesenyum kecil. "Harus kuat," ulangnya. Ia mulai mengemasi barang-barangnya dan bersiap untuk pulang, namun ketika ia hendak berjalan keluar dari restoran. tiba-tiba .... "Elena!" Suara itu menghentikan langkah kaki Elena, hingga ia menoleh ke arah belakang. "Iya Pak," sapanya dingin. Ia tidak tahu, kenapa ia di panggil dan di berhentikan saat mau pulang, apalagi ekspresi wajah atasannya itu seperti marah. "Kembalikan!" katanya tiba-tiba. Elena melongo, tidak paham maksud dari ucapan sang bos. "Kembalikan, maksudnya?" tanyanya yang masih bingung, tapi di belakang badan sang bos ada Tamara berdiri dengan senyum angkuh. Di situ Elena mulai menyadari sesuatu yang tidak baik terjadi padanya, tapi apa? Ia penasaran, apalagi ketika sang bos kembali berkata, "Sudahlah, kamu tidak usah mengelak lagi. Aku punya bukti kalau kamu mengambil semua uang penjualan hari ini."Lagi-l
Dernière mise à jour : 2026-04-22 Read More