Bab 26Jejak yang TerkuburLangit pagi itu kelabu, seolah turut berkabung atas kehilangan yang belum sepenuhnya dipahami oleh mereka yang datang. Udara terasa dingin, bukan hanya karena angin yang berembus pelan di antara pepohonan tua di pemakaman, tetapi juga karena suasana yang menggantung—sunyi, berat, dan penuh kesedihan yang tak terucapkan.Elena berdiri di antara deretan pelayat, tubuhnya terasa ringan sekaligus kosong, seolah sebagian dari dirinya ikut terkubur bersama peti yang perlahan diturunkan ke dalam tanah. Matanya sembab, napasnya tidak teratur, dan meskipun ia berusaha berdiri tegak, kakinya beberapa kali terasa goyah.Di sampingnya, Axel berdiri tanpa banyak bicara, namun kehadirannya terasa nyata—kuat, tenang, dan menahan Elena agar tidak benar-benar runtuh. Tangannya menggenggam tangan Elena dengan lembut, tidak terlalu erat, tetapi cukup untuk memberi rasa bahwa ia tidak sendiri.Doa-doa mulai dilantunkan, suara pelan yang bercampur dengan desir angin, menciptakan
Dernière mise à jour : 2026-05-04 Read More