"Tapi saya mau."Ucapnya, lalu kembali menciumi Atlas. Kali ini tak memberikan waktu untuk Atlas melayangkan protesnya, bibir Aruna mendarat di dada lelaki itu, lidahnya menyapu, dan giliran Aruna yang menjilat puting Atlas.Efeknya seketika.Tubuh Atlas menegang seluruhnya, otot-otot di perutnya berkontraksi, bahunya tertarik ke belakang, dan dari atasnya, Aruna bisa mendengar hembusan napas berat yang Atlas keluarkan, napas yang seolah lupa bagaimana cara keluar secara perlahan. Tangannya masih di bahu Aruna, tapi kini berubah, bukan lagi menahan, melainkan mencengkeram. Jari-jarinya menggali ke dalam kulit gadis itu, dan itu bukan tolakan, itu adalah cengkeraman seorang lelaki yang sedang berjuang untuk tidak kehilangan akalnya.Lalu Aruna tak kehilangan akal.Tangannya turun ke bawah, melewati perut kotak-kotak Atlas yang berkontraksi di bawah sentuhannya, melewati pinggang celana yang masih tertutup, sampai akhirnya telapak tangannya mendarat tepat di atas sesuatu yang sudah kem
Last Updated : 2026-05-09 Read more