Suasana di dalam kabin mobil dua pintu Athar begitu terasa sempit, namun bukan berarti tidak nyaman. Dengung mesinnya halus, jauh lebih tenang dibandingkan mobil sedan Aruna, dan aroma hangat yang bercampur sedikit wangi khas Athar memenuhi ruangan. Dari kursi penumpang, Aruna sesekali mencuri pandang ke arah Athar yang tengah fokus mengemudikan mobilnya di jalanan yang semakin sepi. Tangan lelaki itu di kemudi terlihat sangat terkendali, sama seperti sikapnya yang selalu tenang sepanjang malam ini."Seperti yang sudah kamu tahu, saya, Atlas dan Anin itu bersahabat sejak kita masih kecil," ucap Athar di tengah-tengah heningnya situasi, matanya tetap lurus ke depan.Membuat Aruna langsung memasang telinganya tajam."Dan saat itu, kita berdua menyukai Anindhita," lanjutnya dengan senyuman pahit yang samar di bibirnya. "Tapi Anin memilih Atlas, dan mereka menjalin hubungan cukup lama sampai keduanya pisah, ketika Anin memilih fokus dengan gelar dokternya di London."Tangan Aruna mengep
Last Updated : 2026-05-18 Read more