Rhea menarik napas panjang di depan pintu kayu jati ruang VIP. Begitu ia melangkah masuk, pemandangan di dalamnya hampir membuat ia melempar bungkusan makanan di tangannya. Gavin sedang duduk di tepi ranjang, menggenggam tangan Papa dengan wajah penuh duka yang sangat dramatis, sementara Vanya sibuk memijat bahu Mama Sunita dengan gerakan yang seolah paling perhatian sedunia. "Sayang, dari mana saja? Papa tadi mencarimu," tanya Gavin dengan nada lembut yang terasa seperti racun di telinga Rhea. Rhea memaksakan senyum tipis, meletakkan bungkusan makanan dari Bara di meja. "Hanya mencari udara segar sebentar, Sayang. Oh ya, ini makanan untuk Mama. Harus dimakan ya, Ma, mumpung masih hangat." Vanya segera menyambar momen itu. Dengan suara manis yang dibuat-buat, ia membujuk Sunita. "Iya, Tante, ayo dimakan ya. Nanti kalau Tante sakit, siapa yang jaga Om Banyu?." Rhea menatap Vanya datar. Sejak kapan pelakor ini merasa menjadi bagian dari keluarga Wijaya? Tak lama, Vanya me
Last Updated : 2026-04-12 Read more