"Gavin itu pria paling beruntung didunia," cetus Rendy sambil menyesap whiskey-nya, matanya tak lepas dari Rhea yang sedang tertawa di ujung meja. Rhea melempar rambut panjangnya ke belakang, memamerkan leher jenjang yang dihiasi kalung berlian tipis. "Beruntung? Kurasa dia justru yang paling menderita, Ren. Bayangkan saja, setiap malam dia harus menghadapi 'singa' kelaparan sepertiku. Pulang kerja bukannya istirahat, malah harus kerja lembur di ranjang," jawab Rhea dengan kedipan mata nakal. Tawa pecah di antara rekan-rekan kantor mereka. Rhea memang juaranya. Cantik, energik, dan selalu punya bumbu-bumbu candaan dewasa yang membuat suasana jadi panas. Bagi mereka, Rhea adalah definisi wanita idaman: anggun di meja makan, tapi liar di kamar. "Hati-hati, Rhea. Jangan sampai Gavin pingsan karena kelelahan," timpal yang lain disambut sorak-sorai. Rhea hanya tersenyum tipis sambil meneguk cocktail-nya. Di balik senyum itu, dadanya terasa sesak. Bohong, batinnya. Gavin tidak
Last Updated : 2026-03-05 Read more