Melihat punggung kedua orang itu yang perlahan menjauh, dokter itu pun melepas kacamatanya dan memijat pangkal hidungnya dengan letih sambil menggelengkan kepalanya dengan pasrah.Dia pun bergumam pelan, "Benar-benar nggak habis pikir. Orang-orang zaman sekarang, nggak sakit pun pura-pura sakit demi bisa ke rumah sakit. Benar-benar kurang kerjaan."…Di sisi lain, Sinta sengaja memilih kafe yang letaknya agak jauh dari kantornya.Meski tempat ini ramai, yang terpenting adalah dia tidak mungkin berpapasan dengan Yudha di sini.Baru saja Sinta duduk selama beberapa menit, seorang gadis yang mengenakan setelan jas kasual bergegas menghampirinya, lalu duduk tepat di hadapannya."Sinta." Vanda membetulkan letak kacamata bingkai emasnya, lalu berkata, "Kenapa kamu jadi kurus begini? Bos besar seperti Yudha seharusnya nggak sampai membiarkanmu kelaparan, 'kan?""Vanda." Sinta memaksakan diri untuk tersenyum kecil, lalu menjawab dengan pasrah, "Belum lama ini Arga dijebak oleh Rendra hingga ma
Read more