Alex menggelengkan kepalanya. "Nggak perlu, cuma bantuan kecil."Melihat gelagat Sinta yang seakan siap melarikan diri kapan saja, Alex pun bertanya, "Apa kamu butuh bantuan? Atau, perlu kuantar pulang?""Nggak usah. Kamu sudah menolongku saja, aku sudah sangat berterima kasih," balas Sinta cepat-cepat.Alex kembali bertanya, "Bagaimana dengan orang tuamu?"Sinta menundukkan kepalanya. "Aku yatim piatu."Alex tampak berpikir, seakan masih ingin menanyakan sesuatu.Sambil berpegangan pada dinding, Sinta menyeret kakinya yang pincang menuju pintu. "Terima kasih sudah menampungku semalam. Aku harus pergi sekarang."Setiap langkah yang diambilnya terasa seperti ditusuk-tusuk jarum pada bagian lututnya. Sinta menggertakkan gigi. Keringat dingin mulai bercucuran di dahinya, tetapi dia tetap bersikeras menegakkan punggungnya, enggan menunjukkan setitik pun kerapuhan di hadapan orang asing.Alex hanya berdiri di tempatnya sambil memperhatikan Sinta. Dia tidak lagi memaksa. Hanya saja, saat Sin
Read more