Di halaman belakang Istana Dingin. Pada bagian paling belakang, tanahnya sedikit berunduk, lebih tinggi dari permukaan sekitar. Di sekelilingnya, rumpun bambu tumbuh rapat dan terawat, batang-batang hijau itu berdiri tegak seperti barisan penjaga yang setia, daunnya bergesekan pelan tertiup angin sore, menimbulkan suara gemerisik yang menenangkan sekaligus menyembunyikan. Di sanalah mereka bertiga berdiri. Guli Haoran melangkah ke depan, sepatu kecilnya menginjak tanah yang agak keras. Dia mengangkat tangan, lalu menunjuk lurus ke bagian undukan itu. “Buat jalannya di sana.” Lin Ya Fei menyilangkan tangan di dada, alisnya terangkat. “Kenapa harus di situ?” Guli Haoran tidak langsung menjawab. Bocah itu malah berjongkok, meraup sedikit tanah, lantas menggenggamnya sebelum membiarkannya jatuh kembali perlahan. “Tanahnya padat, tapi tidak terlalu keras,” katanya tenang, nada bicaranya jauh lebih matang dari usianya, “kalau digali dari sini, dindingnya tidak mudah runtuh.” Wan Nin
Last Updated : 2026-04-23 Read more