LOGINMelompat dari gedung adalah keputusan terakhir di tangan seorang pembunuh bayaran—Lin Ya Fei—setelah tidak punya jalan kembali dari kejaran polisi. Prediksinya sudah tepat. Dia pasti mati. Namun, suara wanita tua benar-benar mengganggu. “Jangan tutup mata, Permaisuri! Tarik napas, embuskan!” “Ayo sedikit lagi!” Lin Ya Fei mengerjap lebar, tapi kemudian ada rasa yang aneh dan baru di perutnya. “Ap—” Belum sempat dia selesai bicara, mulutnya secara otomatis mengejan. “Enggg.” Lin Ya Fei membeku. Dia melompat gedung, kenapa malah berubah melahirkan? “Sialan! Kapan aku hamil?”
View MorePerintah Jenderal Besar He pada Jin Fan secara tak langsung menjelaskan kalau pria besar itu sudah tahu siapa pemilik rumah bordil teramai nomor tiga di Kota Kekaisaran ini. Bahkan pria besar itu punya keberanian memerintahnya! Karena sudah seperti ini, Lin Ya Fei mengikuti perintahnya. Namun, tidak! Dengan Jin Fan, Lin Ya Fei berkata, “Baiklah.” Hampir saja Jin Fan tersenyum gembira. Lin Ya Fei melanjutkan, “Adikmu akan dikirim ke kediaman Jenderal Besar He malam ini juga.” Jin Fan baru membuka mulut— Lin Ya Fei berbalik pergi sekaligus dengan santainya berkata, “Jangan membantah kalau ingin adikmu selamat!” Jin Fan membatu. Dia senang pemilik rumah bordil bersedia melepas adiknya, tetapi bukan berarti adiknya dikirim ke kediaman Jenderal. Dia bisa kena masalah! Jenderal Besar He apalagi! Lin Ya Fei menutup mulut terkekeh rendah. Batinnya, 'Nyonya Alan pasti akan menyiapkan liang lahat untukmu, Jenderal Besar He!' Benar saja! Jin Mi diantar ke kediaman Jenderal Besar
Malam harinya.Langit di atas Istana Dingin telah sepenuhnya menggelap. Cahaya lentera yang tergantung di sepanjang koridor hanya mampu menerangi sebagian halaman, sementara sudut-sudut bangunan masih diselimuti bayangan.Angin malam berembus pelan, membawa hawa dingin yang menyusup di antara pepohonan.Di dekat gerbang utama Istana Dingin, Wan Ning berjalan dengan langkah tergesa-gesa.Gadis itu sengaja memilih waktu ketika suasana mulai sepi. Begitu tiba di hadapan para penjaga gerbang, dia segera memasang wajah memelas.“Beberapa orang yang kukenal sedang menungguku di luar. Aku hanya ingin keluar sebentar. Kalian bisa mengizinkanku, bukan?”Salah seorang penjaga langsung menggeleng.“Tidak bisa. Jenderal Murong telah memerintahkan agar tidak ada seorang pun keluar tanpa izinnya.”Wan Ning mengerutkan bibir.“Aku tidak akan pergi jauh. Aku hanya keluar sebentar, lalu segera kembali.”“Tidak diizinkan.”“Kalau begitu, aku hanya ingin berdiri di luar gerbang untuk menghirup udara seg
Sementara itu.Tang Xuanyue berjalan mondar-mandir di halaman dengan wajah muram.Kedua tangannya sesekali mengepal, lalu kembali terlepas. Alisnya berkerut dalam, sementara pikirannya terus berkutat pada satu orang.Wan Ning.Sejak pertama kali terakhir mereka, pria itu belum juga berhasil menenangkan pikirannya.Dia tahu gadis itu telah menjadi bahan pembicaraan orang-orang akibat tantangan Lin Ya Fei. Dia juga tahu bahwa sebagian besar ucapan mereka sama sekali tidak pantas didengar oleh seorang gadis.Masalahnya, Tang Xuanyue tidak pernah pandai menghadapi persoalan semacam ini.Dia terbiasa menghadapi musuh di medan perang, menghunus pedang, dan mengambil keputusan tanpa ragu. Namun, ketika harus berhadapan dengan seorang gadis yang mungkin telah terluka oleh perkataannya sendiri, dia justru merasa kesulitan.Tang Xuanyue menghentikan langkah. Dia pikir, 'Haruskah aku menemui Wan Ning dan meluruskan kesalahpahaman itu?''Setidaknya, aku bisa menjelaskan bahwa aku tidak pernah me
Wan Ning meringkuk miring di tempat tidurnya dengan selimut menutupi seluruh tubuh. Kedua lututnya tertekuk mendekati dada, sementara kedua tangannya mencengkeram erat ujung selimut.Dari luar, pundaknya sesekali tampak berguncang. Namun, tidak ada sedikitpun tangisan yang terdengar.Dari balik selimut, gadis itu berusaha keras menahan segala perasaan yang sejak tadi mengaduk-aduk hatinya.Bahkan dia menggigit bibir bawahnya tanpa sadar supaya suara sekecil apa pun tidak lolos dari mulutnya.Rasa-rasanya semakin diingat, semakin sesak dada gadis itu! Dia memang hanya seorang pelayan. Dia juga tidak terpelajar, tidak pandai menyulam, apalagi memiliki latar belakang keluarga terhormat. Akan tetapi, apakah semua itu berarti dirinya pantas dijadikan bahan tertawaan?Wan Ning memejamkan mata rapat-rapat.Dia tidak pernah meminta Tang Xuanyue menikahinya. Bahkan, sejak awal, dia tidak pernah berpikir untuk menjadi istri seorang komandan.Pikirnya, 'Mengapa orang-orang itu berbicara seolah
Waktu bergulir. Pertandingan berkuda sekaligus memanah akhirnya selesai. Para peserta kembali ke titik awal dengan napas yang belum sepenuhnya stabil, kuda-kuda mereka masih mengibaskan ekor, sebagian menghentakkan kaki ke tanah seolah enggan berhenti. Sementara itu, para petugas bergerak cepat
Saat bersamaan. Derap kaki kuda terdengar dari kejauhan. Pelan. Lalu, semakin jelas, semakin berat. Semua kepala menoleh hampir bersamaan ke arah gerbang masuk arena. Seekor kuda hitam muncul lebih dulu. Tubuhnya besar, otot-ototnya menonjol di bawah kulit gelap mengilap, surainya kasar tertiup
Pagi itu. Lin Ya Fei sedang menyusui. Wan Ning mendekat ke arahnya dengan wajah bersedih. “Ada apa?” Dagu Lin Ya Fei sedikit terangkat. Wan Ning tiba-tiba berlutut, dan tangisannya mendadak pecah. Lin Ya Fei tak sama sekali simpati, melainkan menatapnya tajam. “Jangan cengeng! Masalah tid
Malam itu dingin sekaligus basah. Lampu kota berpendar di atas aspal yang mengilap oleh sisa hujan. Suara sirene polisi meraung-raung memecah kesunyian, menggema di antara gedung-gedung tinggi. “Berhenti! Angkat tangan!” seru mereka. Seorang wanita berlari di permukaan atap gedung seperti bay












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews