Malam turun seperti tirai hitam yang menelan seluruh suara. Istana dingin tenggelam dalam keheningan. Angin malam hanya sesekali berdesir, menyapu dedaunan kebun kecil yang tumbuh rapi di halaman. Tidak ada penjaga, tidak ada cahaya terang selain remang bulan yang jatuh tipis di tanah. Di atas atap-atap tua istana dingin, sekelompok bayangan bergerak cepat tanpa suara, nyaris menyatu bersama kegelapan. Pada satu waktu yang sama, mereka berhenti dengan tatapan saling bertemu dalam diam. Lalu, semuanya turun dengan tubuh-tubuh jatuh ringan ke tanah, menyebar ke segala arah; sudut halaman, balik pilar, sisi dinding. Mata mereka menyapu sekeliling penuh waspada, memastikan tak ada satu pun saksi. Hening, aman. Tanpa suara, mereka bergerak bersamaan menuju pintu utama istana, yang tertutup rapat. Seorang dari mereka maju selangkah. Tangannya terulur, mendorong perlahan. Kriiiiet! Pintu terbuka sedikit. Gelap di dalamnya pekat seperti jurang. Dia melangkah masuk, dan
Last Updated : 2026-04-12 Read more