“Bu, ada tamu.”Nita mengangkat wajah dari meja kerjanya. Pensil masih di tangannya, sketsa gaun setengah jadi terbentang di depan.“Sudah datang?” tanyanya singkat.“Sudah, Bu. Di ruang depan.”Nita menarik napas sebentar, merapikan kertas-kertasnya, lalu berdiri. Tangannya sempat merapikan rambut, ekspresinya kembali tenang—profesional.Ia melangkah ke ruang tamu butik.Di sana sudah duduk sepasang calon pengantin. Perempuan muda dengan mata berbinar, laki-laki di sampingnya terlihat lebih tenang, tapi sesekali melirik sekeliling dengan kagum.Begitu melihat Nita, keduanya langsung berdiri.“Selamat siang,” sapa Nita sambil tersenyum tipis.“Siang, Mbak Nita,” jawab si perempuan, sedikit gugup. “Aku Alina, ini tunanganku, Bima.”Nita mengangguk kecil. “Silakan duduk.”Mereka kembali duduk. Nita ikut duduk di seberang, mengambil tablet di meja.“Jadi, sudah ada bayangan konse
最終更新日 : 2026-05-02 続きを読む