Pagi itu kedai kecil di pinggir jalan jauh lebih ramai dari biasanya.Aroma kopi hitam, roti bakar, dan bawang goreng bercampur dengan suara sendok beradu, kursi yang digeser, dan obrolan pelanggan yang datang silih berganti sebelum memulai hari.Bu Ratna bergerak cepat di antara meja-meja kayu yang sempit.Tangannya yang kemerahan sibuk mengangkat gelas-gelas kotor, menyeka meja dengan lap yang sudah lembap, lalu bergegas kembali ke bak cuci piring di belakang.Uap air panas naik membasahi wajahnya.Jemarinya yang keriput memerah terkena sabun dan air berkali-kali.Kadang ia harus menahan perih ketika sela kulitnya yang mulai pecah terkena busa.Namun pagi itu, di tengah lelah yang menggerus tulang, ada rasa ringan di hatinya.Karena di saat yang sama, Bu Desi sedang berkeliling gang mencari kontrakan kecil dekat kedai.Ada harapan.Ada langkah baru.Ada hidup yang pelan-pelan sedang ia bangun kembali.“Bu Ratna, meja tiga belum diang
最終更新日 : 2026-04-13 続きを読む