Ibu tiba kembali di rumah Rian, setelah dari kontrakan Rendy, ia singgah di kontrakannya yang lama untuk mengambil beberapa pakaian dan barang seadanya. Tas kain lusuh kini sedikit lebih penuh. Rian menyambutnya di depan pintu. "Ibu sudah pulang? Dari mana saja, Bu?" Wajahnya tampak khawatir. "Ibu dari kontrakan Ibu yang lama, Nak. Mengambil barang-barang," jawab Ibu, suaranya sedikit serak. "Oh," Rian mengangguk. "Kenapa tidak bilang? Aku bisa bantu." "Tidak apa-apa, Nak. Ibu sudah biasa," Ibu tersenyum tipis. Nita keluar dari ruang keluarga. "Selamat datang kembali, Bu," katanya dengan senyum formal yang sama. "Terima kasih, Nita," Ibu membalas. "Ayo, Bu, masuk," Rian mengambil tas Ibu. Ibu mengangguk, kembali ke kamar tamu yang besar itu. Beberapa hari pertama, Ibu mencoba menyesuaikan diri. Ia shalat, membaca Al-Qur'an, dan sesekali melihat televisi di kamar. Ia mencoba mengisi waktu. Namun, rasa bosan dan hampa sering datang menyergap. Suatu pagi, melihat asisten ruma
Last Updated : 2026-03-08 Read more