Tok tok.Suara ketukan itu pelan. Ragu-ragu.Di dalam kamar, Bu Ratna yang baru selesai melipat mukena menoleh ke arah pintu.“Ya, sebentar.”Ia berjalan pelan membukakan pintu.Begitu pintu terbuka, Nita berdiri di sana.Masih dengan pakaian kerja. Blazer krem mahal yang belum sempat diganti. Rambutnya sedikit berantakan, sesuatu yang jarang sekali terlihat pada dirinya. Di tangannya ada ponsel dan sebuah map tipis.Wajahnya tampak lelah.“Boleh masuk?” tanyanya pelan.Bu Ratna sedikit terkejut, tapi tetap mengangguk.“Masuklah, Nit.”Nita merasa canggung berada berdua dengan mertuanya sendiri.Biasanya selalu ada jarak.Jarak yang tidak terlihat, tapi nyata.Bu Ratna yang lebih dulu membuka suara.“Dio sudah tidur?”Nita mengangguk kecil.“Baru tadi.”“Demamnya?”“Udah turun sedikit.”Bu Ratna menghela napas lega.“Alhamdulillah.”Sunyi lagi.Nita memainkan ujung map di tangannya. Jemarinya
最終更新日 : 2026-05-09 続きを読む