Musim dingin pertama bagi Kaelan Valerius di kehidupan keduanya tiba dengan badai salju yang membungkus desa Oakhaven dalam selimut putih yang membeku. Bagi penduduk desa biasa, ini adalah waktu untuk berkumpul di depan perapian, menyesap sup kaldu hangat, dan berdoa agar persediaan gandum cukup hingga musim semi. Namun bagi Kael, yang kini telah menginjak usia satu tahun dua bulan, musim dingin adalah kesempatan emas.Secara fisik, Kael tumbuh jauh lebih cepat daripada balita normal. Tulang-tulangnya, yang telah ditempa oleh Pembersihan Sumsum Geometri setiap malam, kini sepadat kayu ek tua. Meskipun tubuhnya masih terlihat mungil dan menggemaskan dengan pipi kemerahan, koordinasi motoriknya sudah setara dengan atlet profesional.Pagi itu, di dalam rumah kayu keluarga Valerius yang hangat oleh aroma kayu pinus yang terbakar, Kael sedang duduk di lantai ruang tengah. Di depannya tersebar beberapa balok kayu mainan. Elena, ibunya, sedang merajut di kursi goyang
Read more