Tingkat 99.999: Reinkarnasi Sang Arsitek Kosmik

Tingkat 99.999: Reinkarnasi Sang Arsitek Kosmik

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-23
Oleh:  Alvin and the ChipmunksOngoing
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
45Bab
203Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Di penghujung kiamat, umat manusia telah kalah. Kaelan Valerius, satu-satunya penyihir yang berhasil menembus batas logika hingga mencapai Tingkat 99.999, berdiri sendirian di atas puing-puing peradaban. Meskipun memiliki kekuatan setara dewa dengan evaluasi bakat SSS, ia terlambat. Semua yang ia cintai telah musnah ditelan oleh entitas Void. Dalam upaya terakhir yang nekat, Kael membakar seluruh inti mananya untuk mengaktifkan Geometri Suci: Regresi Kosmik. Ia bersumpah untuk memutar balik waktu, bukan untuk melarikan diri, melainkan untuk menulis ulang takdir dengan tangannya sendiri. Namun, terbangun di masa lalu membawa tantangan yang tak terduga: Kael kembali menjadi seorang bayi. Terjebak dalam tubuh mungil yang rapuh namun memiliki ingatan dan teknik dari tingkat puncak, Kael harus memulai segalanya dari nol. Di dalam ayunan, ia mulai menempa sihir terlarang. Di balik tawa bayinya, ia menyusun strategi perang galaksi. Dari seorang balita jenius hingga menjadi penguasa dimensi yang tak tertandingi, inilah kisah Kaelan Valerius—sang Arsitek Kosmik yang akan memastikan bahwa kali ini, kiamat tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk dimulai.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1 : RITUAL KEMATIAN DAN TANGIS KELAHIRAN

Kehampaan adalah satu-satunya hal yang tersisa.

Di cakrawala yang hancur, langit tidak lagi berwarna biru. Langit itu telah robek, menyingkapkan kegelapan abadi dari dimensi Void yang menelan bintang-bintang. Kael berdiri di atas puncak menara terakhir yang masih tegak di bumi—sebuah menara yang terbuat dari kristal mana yang retak dan darah kawan-kawannya yang telah gugur.

Napasnya berat, berbau besi dan keputusasaan. Di sekelilingnya, jutaan monster tanpa wajah, para Void Walkers, merangkak maju dengan suara desisan yang memekakkan telinga. Namun, Kael tidak takut. Di matanya yang bersinar dengan cahaya keemasan yang redup, hanya ada kemarahan yang membeku.

“Tingkat 99.999,” bisik Kael pada dirinya sendiri. Suaranya serak, tenggorokannya terbakar. “Kekuatan yang setara dengan pencipta, namun aku bahkan tidak bisa melindungi satu orang pun.”

Di telapak tangannya, sebuah konstruksi geometri yang luar biasa rumit melayang. Itu adalah Metatron’s Cube, inti dari seluruh sihir ruang dan waktu yang ia pelajari selama seratus tahun peperangan. Pola-pola emas itu berputar dengan kecepatan cahaya, menciptakan distorsi realitas yang membuat ruang di sekitarnya melengkung.

“Jika hukum semesta ini tidak mengizinkan manusia untuk menang,” Kael mendongak, menatap mata raksasa di balik awan hitam yang merupakan pemimpin dari segala kehancuran, “Maka aku akan menghapus hukum itu dan menulis ulang takdir dari titik nol.”

Dengan satu hentakan kehendak terakhir, Kael meledakkan seluruh inti mananya. Tingkat 99.999 miliknya terbakar, menjadi bahan bakar bagi ritual terlarang: The Cosmic Regression.

Dunia meledak dalam cahaya putih yang membutakan. Rasa sakitnya tidak bisa dilukiskan—seolah-olah jiwanya ditarik paksa melewati lubang jarum yang lebarnya hanya satu mikron. Memori, emosi, dan keberadaannya diperas hingga ke inti yang paling dasar.

Lalu, kegelapan total menyelimutinya.

Rasa dingin yang membekukan tiba-tiba berganti dengan sensasi hangat yang mencekik. Kael merasa seolah-olah dia tenggelam dalam cairan kental yang nyaman namun membatasi geraknya. Dia mencoba berteriak, tetapi paru-parunya belum berfungsi. Dia mencoba menggerakkan tangannya yang dulu bisa menghancurkan gunung, tetapi yang dia rasakan hanyalah anggota tubuh yang pendek, lembut, dan tak bertenaga.

Apa ini? Apakah ritualnya gagal? Apakah aku terjebak dalam limbo?

Tiba-tiba, tekanan besar mendorongnya. Sesuatu menariknya keluar dari kehangatan itu menuju ruang yang sangat terang dan dingin. Cahaya menusuk matanya yang belum pernah melihat warna. Oksigen masuk secara paksa ke dalam saluran napasnya yang baru, menimbulkan rasa perih yang luar biasa.

"Owekk! Owekk! Owekk!"

Suara itu melengking tinggi. Kael tertegun di dalam batinnya. Itu suaraku? Mengapa aku terdengar seperti... makhluk lemah?

"Selamat, Nyonya Valerius! Seorang putra! Dia sangat kuat, dengar tangisannya!"

Kael merasakan sepasang tangan yang kasar namun lembut mengangkatnya. Dia dibasuh dengan air hangat, sebuah sensasi yang sangat asing setelah bertahun-tahun hidup di medan perang yang gersang. Matanya perlahan-lahan mulai bisa beradaptasi dengan cahaya lampu minyak yang temaram.

Pandangannya yang kabur mulai fokus pada wajah seorang wanita yang tengah berbaring di tempat tidur besar. Wajah itu pucat, penuh keringat, dan tampak sangat lelah, namun matanya memancarkan cahaya kasih sayang yang begitu murni hingga membuat jiwa Kael yang "tua" dan haus darah bergetar hebat.

Ibu...

Elena Valerius. Wanita yang telah tiada dalam ingatannya selama puluhan tahun. Dia adalah alasan pertama Kael mengangkat pedang, dan dia adalah kegagalan pertama yang menghancurkan hati Kael. Melihatnya kembali bernapas, melihat senyumnya yang lemah saat menerima bayi mungil ke dalam pelukannya, membuat Kael ingin menangis lebih keras bukan karena rasa sakit fisik, melainkan karena rasa lega yang menyesakkan dada.

"Kaelan... namamu adalah Kaelan Valerius," bisik Elena sambil mencium kening bayi itu. "Tumbuhlah dengan kuat, putraku. Ayahmu akan sangat bangga padamu."

Kael merasakan kehangatan kulit ibunya. Dia bisa merasakan detak jantung Elena yang stabil. Ini bukan ilusi. Ini bukan manipulasi dari para Void Walkers. Dia benar-benar telah kembali ke titik awal.

Saat Elena mendekapnya dengan erat, Kael mencoba menenangkan pikirannya yang bergejolak. Dia harus memeriksa statusnya. Di masa depan, sistem dunia adalah sesuatu yang bisa diakses oleh siapa pun yang telah mencapai tahap Awakening. Namun, dengan bakat SSS miliknya, Kael memiliki akses "Administrator" yang tidak dimiliki orang lain.

Panggil: Status Interface.

Sebuah layar semi-transparan yang hanya bisa dilihat oleh matanya muncul di udara.

[STATUS KARAKTER - ANALISIS AWAL]

Nama: Kaelan Valerius

Umur: 0 Tahun (Baru Lahir)

Gelar: The Regressor (Terkunci), Arch-Architect of Fate

Tingkat: 1 / 99.999 (Status Tersegel: Tubuh Terlalu Lemah)

Evaluasi Bakat: SSS (Aktif secara Pasif)

Mana Core: Belum Terbentuk (Kapasitas Saat Ini: 0.01/100)

Kondisi Fisik: Lemah (Bayi Normal)

Kael mendesah dalam hati. Level 1. Angka yang menyedihkan. Namun, ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Evaluasi Bakat SSS tetap aktif secara pasif. Artinya, meskipun tubuhnya bayi, kapasitas otaknya untuk memproses informasi dan efisiensi penyerapan energinya tetap berada di level tertinggi yang pernah ada di sejarah manusia.

"Dia sangat tenang sekarang," suara berat seorang pria terdengar dari ambang pintu.

Kael menolehkan kepala bayinya yang berat ke arah sumber suara. Seorang pria jangkung dengan zirah kulit dan pedang di pinggangnya masuk. Wajahnya tegas, dengan sedikit janggut yang mulai tumbuh. Itu adalah ayahnya, Roderick Valerius, seorang kapten penjaga di perbatasan Kerajaan Solari.

Roderick mendekat, menatap Kael dengan binar kekaguman. "Matanya... Elena, lihat matanya. Dia tidak terlihat seperti bayi biasa. Tatapannya sangat tajam."

Kael segera mengalihkan pandangannya, mencoba berakting seperti bayi normal dengan menatap langit-langit tanpa ekspresi. Dia tidak boleh menarik perhatian terlalu dini. Di dunia ini, keajaiban sering kali dianggap sebagai ancaman sebelum dianggap sebagai berkah.

"Dia hanya lelah, Roderick," sahut Elena lembut. "Dia akan menjadi pelindung yang hebat suatu hari nanti."

Lebih dari sekadar pelindung, Ibu, janji Kael dalam hati. Aku akan menjadi dinding yang tak tertembus. Aku akan membunuh setiap monster yang berani menginjakkan kaki di tanah ini.

Malam itu, saat orang tuanya tertidur dan hanya suara jangkrik yang terdengar di luar rumah kayu mereka, Kael mulai bekerja. Dia tidak bisa membuang waktu satu detik pun. Kiamat pertama akan terjadi sepuluh tahun dari sekarang, saat gerbang Void terbuka di langit ibu kota.

Dia mulai mengatur napasnya. Meskipun paru-parunya masih sangat kecil, dia mulai menarik mana yang ada di udara—mana yang masih sangat murni dan melimpah di era ini. Dia menggunakan teknik Geometri Pernapasan tingkat tinggi, sebuah teknik yang biasanya hanya bisa dilakukan oleh penyihir tingkat tinggi.

Setiap molekul mana yang masuk ke tubuhnya terasa seperti jarum yang menusuk pembuluh darah bayinya yang rapuh. Namun, Kael terbiasa dengan rasa sakit. Dia memandu mana itu untuk memperkuat tulang dan jaringan sarafnya terlebih dahulu. Dia harus membangun "wadah" yang kuat sebelum bisa membangun "inti".

Jika aku ingin mencapai tingkat 99.999 dalam waktu sepuluh tahun, aku tidak bisa melakukannya dengan cara normal. Aku harus menghancurkan dan membangun kembali tubuh ini setiap hari.

Dengan setiap tarikan napas, sebuah pola geometri emas samar mulai berdenyut di bawah kulit dadanya yang mungil. Perjalanan panjang seratus babak menuju puncak telah dimulai kembali. Dan kali ini, sang Arsitek Dimensi tidak akan membiarkan takdir menentukan akhirnya.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
45 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status