MasukDi penghujung kiamat, umat manusia telah kalah. Kaelan Valerius, satu-satunya penyihir yang berhasil menembus batas logika hingga mencapai Tingkat 99.999, berdiri sendirian di atas puing-puing peradaban. Meskipun memiliki kekuatan setara dewa dengan evaluasi bakat SSS, ia terlambat. Semua yang ia cintai telah musnah ditelan oleh entitas Void. Dalam upaya terakhir yang nekat, Kael membakar seluruh inti mananya untuk mengaktifkan Geometri Suci: Regresi Kosmik. Ia bersumpah untuk memutar balik waktu, bukan untuk melarikan diri, melainkan untuk menulis ulang takdir dengan tangannya sendiri. Namun, terbangun di masa lalu membawa tantangan yang tak terduga: Kael kembali menjadi seorang bayi. Terjebak dalam tubuh mungil yang rapuh namun memiliki ingatan dan teknik dari tingkat puncak, Kael harus memulai segalanya dari nol. Di dalam ayunan, ia mulai menempa sihir terlarang. Di balik tawa bayinya, ia menyusun strategi perang galaksi. Dari seorang balita jenius hingga menjadi penguasa dimensi yang tak tertandingi, inilah kisah Kaelan Valerius—sang Arsitek Kosmik yang akan memastikan bahwa kali ini, kiamat tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk dimulai.
Lihat lebih banyakKapal The Genesis Architect meluncur meninggalkan Hutan Kehidupan yang kini meranggas, menuju wilayah paling misterius di Benua Tengah: Lembah Keabadian. Wilayah ini tidak terlihat di peta biasa; ia berada di sebuah cekungan dimensional di mana aliran waktu tidak berjalan linier. Dari kejauhan, lembah itu tampak seperti sebuah jam pasir raksasa yang terbuat dari pegunungan kristal, dengan cahaya keunguan yang memancar dari dasarnya.Di dalam kapal, suasana terasa lebih dingin daripada suhu di luar. Liam duduk di ruang mesin, berulang kali mengasah belati kayunya, sebuah tindakan repetitif yang ia lakukan hanya untuk memastikan bahwa ia masih memiliki kendali atas otot-ototnya sendiri. Di anjungan, Elena berdiri diam. Ia tidak lagi duduk di kursi kapten. Ia melayang beberapa sentimeter di atas lantai, dikelilingi oleh piringan cahaya yang berputar—manifestasi dari empat fragmen yang telah ia serap."Kita akan memasuki zona Chronos-Stasis dalam tiga menit," ucap
Kapal The Genesis Architect membelah awan hijau yang tebal saat memasuki wilayah Hutan Kehidupaan. Jika Benua Tengah biasanya dikenal dengan padang rumputnya, kini wilayah tersebut telah ditelan oleh vegetasi raksasa yang tidak masuk akal. Pohon-pohon purba yang seharusnya butuh ribuan tahun untuk tumbuh, kini menjulang setinggi satu kilometer hanya dalam hitungan minggu. Elena berdiri di anjungan kapal, matanya yang kini memiliki tiga warna—biru, merah, dan hijau—menatap tajam ke arah kanopi hutan di bawah. Melalui Fragmen Ruang, ia bisa merasakan detak jantung hutan ini. Bukan satu detak jantung, melainkan jutaan detak yang berdenyut dalam satu ritme yang mengerikan. "Liam, kadar oksigen di luar mencapai 40%," Elena berbicara tanpa menoleh. Suaranya terdengar seperti gema di dalam ruang hampa. "Sangat beracun bagi manusia biasa. Setiap tumbuhan di bawah sana tidak hanya berfotosintesis; mereka sedang melakukan 'Penciptaan Paksa'. Merek
Langit Abisalia bukanlah langit yang biasa. Di sini, batas antara atmosfer dan samudra telah lama memudar sejak Reset Besar. Air laut menguap bukan menjadi gas, melainkan menjadi gumpalan air raksasa yang melayang-layang di udara, menciptakan kepulauan air di tengah cakrawala. Kapal The Genesis Architect harus bermanuver di antara bola-bola air raksasa ini, menghindari tekanan hidrolik yang bisa meremukkan lambung kapal dalam sekejap."Kita memasuki Zona Nol Gravitasi," Elena memperingatkan. Suaranya kini terdengar ganda—suaranya sendiri dan gema digital dari Fragmen Logika. "Liam, aktifkan pengait magnetik pada kakimu. Ruang di sini tidak lagi memiliki lantai."Liam melakukan apa yang diperintahkan, namun matanya tetap tertuju pada radar. Di depan mereka, sebuah pusaran air raksasa melayang di udara, berputar melawan arah jarum jam. Di tengah pusaran itulah, menurut memori yang baru saja terbuka, Makam Liora berada.Saat mereka memasuki pus
Lansekap di hadapan mereka berubah secara drastis saat kapal mekanis The Genesis Architect memasuki wilayah utara Benua Tengah. Jika Gurun Pengetahuan adalah lautan emas yang membisu, maka Pegunungan Besi adalah simfoni kekacauan yang bising. Gunung-gunung di sini tidak terbuat dari batu biasa, melainkan tumpukan logam, rongsokan mesin kuno, dan bijih besi yang mengandung magnetisme ekstrem.Langit di atas pegunungan ini selalu tertutup oleh awan badai berwarna tembaga. Petir tidak menyambar dari atas ke bawah, melainkan melompat antar puncak gunung, ditarik oleh daya magnet yang luar biasa kuat."Tekanan magnetik meningkat 400%," ucap Elena, matanya bersinar biru redup—efek dari Fragmen Logika yang kini menyatu dengan kesadarannya. "Liam, jangan gunakan senjata logammu jika kau tidak ingin tersambar petir setiap lima detik."Liam mendengus, ia meletakkan tombak peraknya ke dalam kotak isolasi kayu. "Lalu aku bertarung dengan apa? Tangan kosong?






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.