Kereta kuda yang membawa rombongan "Latihan Lapangan" itu bergerak perlahan meninggalkan gerbang belakang Akademi Helios saat fajar masih berupa garis tipis kemerahan di ufuk timur. Secara resmi, ini adalah ekspedisi pengumpulan bahan ramuan bagi murid-murid berbakat kelas satu. Namun, di dalam kereta yang dilapisi kayu jati kedap suara itu, suasananya jauh dari kesan tamasya sekolah.Kaelan duduk bersila di tengah, matanya terpejam. Sejak menelan Pecahan Kunci Void semalam, tubuhnya terasa seperti tungku api yang sedang menempa logam cair. Di dalam dada kirinya, mana murninya yang berwarna emas berputar dengan tenang, namun di dada kanannya, sebuah inti baru yang berwarna ungu gelap berdenyut liar.“Dual Core ini... kekuatannya luar biasa, tapi ketidakstabilannya bisa menghancurkan jantungku jika aku kehilangan fokus sedetik saja,” batin Kaelan.Di depannya, Liam sibuk mengasah ujung tombaknya dengan batu asah, sementara Elena von Helios duduk d
Read More