"Satu kali lagi, Nona! Angkat lutut Anda lebih tinggi, pertahankan posisinya!" seru Luolan dengan penuh semangat.“Ayo, Nona! Satu, dua, angkat!”Luolan bergerak ke sana ke mari. Tangannya bergerak naik turun. Seolah memberikan komando pada Shuyi.“Akh! Aku sudah tidak tahan lagi!”Shuyi menggeram. Keringat bercucuran deras membasahi dahi dan lehernya yang gempal. Dengan napas yang sudah putus-putus, Shuyi berusaha mengangkat tubuhnya untuk melakukan squat yang ke enam kalinya.Luolan berdiri depan Shuyi. “Nona, bertahanlah! Bayangkan bagaimana penampilan Anda dengan tubuh kurus dan cantik!”Ucapan Luolan berhasil membakar kembali semangat Shuyi yang hampir padam. Shuyi memejamkan matanya. Lalu, dengan sekuat tenaga Shuyi menurunkan tubuhnya, membuat lututnya tertekuk 90 derajat.“Ayo, Nona! Anda pasti bisa!” Luolan melompat-lompat kecil memberi semangat.Shuyi membuka matanya. “Satu kali lagi! Akh!”Shuyi langsung jatuh terlentang di atas rumput saat berhasil melakukan squat yang ke
Read more