“Ara ... Jung Ara ....”Suara itu terdengar begitu lembut. Begitu lirih hingga membuat dada Araphael terasa nyeri. Tanpa sadar, malaikat cacat itu menyentuh dada kirinya sendiri saat mendengar Juslandier memanggil nama manusia yang kini berada di dalam pelukannya.“Aku di sini,” bisik Juslandier lagi. “Aku sudah di sini.”Perlahan pria itu membuka mata sebelum menoleh ke arah Araphael, tatapan mereka pun bertemu. Dan untuk sesaat, waktu seolah berhenti. Lalu, Juslandier mengulurkan tangan padanya. Di tempatnya, Araphael terdiam cukup lama. Netra kuning terang itu memandang tangan yang terulur di hadapannya, lalu bergantian menatap wajah pria yang selama ratusan tahun memenuhi hatinya. Hingga pada akhirnya, Araphael menyambut uluran tangan itu, dan melangkah mendekat.“Maaf,” gumam Juslandier serak, dia mengecup punggung tangan Araphael lembut. “Aku datang terlambat.”Araphael langsung menggeleng.“Tidak,” balasnya lembut. “Kau datang di waktu yang tepat.” Lalu dia tersenyum tipis, y
최신 업데이트 : 2026-05-27 더 보기