“Ayah liat kamu senang akhir akhir ini, Nak. Cerah terus wajahnya,” ucap Edi kala melihat Lilo sudah bersiap lebih pagi untuk bekerja.“Kalau Al sedih terus kayak Ayah, gak asik dong rumah ini. Kek kuburan, gak ada yang kasih semangat. Ya gak, Bi?” Lilo tersenyum pada maid yang melayani mereka juga di meja makan.“Beda, auranya beda. Ayah perhatikan … ““Ayah terlalu berlebihan. Ohya, hari ini Al mau lembur. Mungkin balik malam. Ayah ada acara ke mana, mungkin?”“Gak ada, Ayah di rumah aja.”“Tumben?” Lilo menajamkan matanya, curiga.“Ayah ada tamu hari ini, jadi ayah di rumah dan kalau kamu mau lembur, jangan malam malam. Ingat kesehatan kamu.”“Mentok jam 10an nanti. Soalnya, bareng sama ngecek laporan kantornya Hana, nanti Al sama Reza dan dibantu Dini sama staf lainnya. AMan kok, kalau capek tinggal bobo syantik sama karyawan yang empuk bodynya.”Edi hanya menggeleng, selalu saja anaknya itu mengundang tanya di setiap ucapannya dan berakhir tawa yang tertahan. Dia tahu, Lilo sanga
Leer más