“Maaf,” ucap Daffi.Beberapa menit sebelum akad, Daffi menemui Sisi. Meski tak boleh karena khawatir ini akan jadi jalan untuk Daffi kabur dari masalah, Daffi tak peduli.Sisi menengok pada pria pemalu itu, lalu menendang tong sampah kecil di depannya.“Aku gak tahu maksud kamu minta aku jadi istri kamu. Jujur, aku gak cinta sama kamu. Jangankan cinta, berharap dicintai saja tidak,” jujur Sisi.“Aku tahu. Ada waktu untuk kamu meninggalkan tempat ini. Aku tahu, kamu terpaksa. Biarlah aku dimaki semua orang karena berdusta tentang aku yang memilihmu, biarlah aku yang menanggung ini semua.”Sisi menengok, melihat ke arah lelaki yang terlihat tak berdaya. Ada kasihan pada lelaki baik itu, meski jujur dia sangat menyayangkan kenapa harus dia yang dia pilih.“Kenapa ambil keputusan itu kalau nggak mikir dulu resikonya?”“Karena aku pikir, hanya kamu yang bisa membantuku saat itu. Dengan Andini, tak mungkin. Aku sudah lama membuatnya membenciku dan sudah lama, berusaha jauh dari perasaan ci
Read more