“Ya, bungkus sisanya. Kita mampir ke masjid setempat. Buat amal jariyah.”Sisi mengangguk pelan, berusaha mengabaikan perasaan tak nyaman yang menyelimutinya sejak tadi. Dia mulai membungkus sisa bubur ke dalam beberapa kotak, sementara Hanum bersiap-siap membereskan barang dagangan mereka. Gerimis masih turun, menciptakan suara lembut di atas tenda kecil yang melindungi gerobak mereka.Mereka berjalan menuju masjid yang tak jauh dari sana, membawa bubur yang akan dibagikan. Saat tiba, suasana di sekitar masjid masih sepi, hanya ada beberapa orang yang sedang duduk di teras, menikmati teh hangat sambil berbincang.Seorang pria paruh baya, yang tampaknya adalah pengurus masjid, menyambut mereka dengan senyuman. “Masya Allah, ada rezeki untuk jamaah hari ini?”Hanum tersenyum ramah. “Iya, Pak. Kebetulan dagangan kami masih sisa, jadi kami ingin berbagi.”Pria itu tampak bersyukur. “Alhamdulillah. Terima kasih, semog
Leer más