Peltak! Vivian langsung menyentil wajah Indri karena ia tahu sedang mengintip. "Aduh, sakit..." kata Indri. "Ngapain kamu ngintip-ngintip?!" "Galak amat sih," gerutu Indri, "kita bikin adonan yuk," ucap Indri mulai serius. "Ayo..." Vivian pun mengangguk setuju, "kebetulan dulu Ibu aku suka terima pesanan kue dari tetangga, jadi aku nggak terlalu bodoh sih," ucap Vivian. "Ada yang bisa aku bantu?" suara berat itu terdengar. Vivian dan Indri pun menoleh bersamaan. "Aku akan menjadi nyamuk lagi di sini," gumam Indri. Vivian melirik sesaat, kemudian menatap Arsen, 'Kayaknya kalau aku jadiin dia karyawan tanpa gaji dan bikin dia cape dia bakal balik ke keluarganya deh,' batin Vivian. "Kamu adon ini!" perintah Vivian, "masukan air, tepung, gula!" perintah Vivian cepat. Arsen mengerjakan dengan cepat dan terlihat kebingungan, Vivian tersenyum puas. "Bodoh! Itu aja nggak becus, dasar anak orang kaya!" Vivian mengambil air dan menyiramkan pada muka Arsen. Byur. Muk
Last Updated : 2026-06-11 Read more