Arsen terbangun di ruang kerjanya saat hari sudah pagi, tubuhnya acak-acakan, semalaman ia berada di ruang kerjanya ditemani minuman. Kini seluruh tubuhnya terasa letih, ia pun berdiri lalu berjalan ke arah jendela sambil merenggangkan otot-ototnya yang kaku. Namun, tatapannya jatuh ke luar. Matanya menatap kebawah, sebuah mobil yang masuk ke halaman dan berhenti, Karla turun dari mobilnya. "Semalaman dia tidak pulang?" gumam Arsen menyadarinya. Ia pun segera menghampiri istrinya itu, padahal kemarahan tadi malam saja belum mereda sepenuhnya tapi Karla seperti memancing kemarahan lagi. "Karla!" panggilnya saat melihat istrinya itu melintas di ruang keluarga. "Iya, aku capek. Aku mau istirahat, ngomongnya nanti aja," jawab Karla cuek. Ia bahkan tak melirik Arsen sama sekali, langkahnya hanya fokus menuju kamar. Arsen mengepalkan tangannya, sebagai seorang suami Arsen merasa tak pernah dihargai lagi. Semenjak menikah Karla tak lagi seperti dulu, dia tidak manja,
Read more