"Cila, makan buah aja ya. Cila belum waktunya makan es krim," kata Vivian berbicara pada Cila. "Mauuu," Cila berusaha untuk menggapai eskrim di atas meja, tapi Vivian menjauhkan akhirnya ia pun menangis. Vivian langsung berdiri, dan menciumi wajah Cila yang menggemaskan itu, "Sayang, Cila anak pintar...Ibu kasih, buah ya," Vivian pun memberikan buah dan Cila pun tak lagi menangis, "anak pintar," kata Vivian akhirnya.Vivian pun kembali mencium pipi menggemaskan Cila, bukan lahir dari rahimnya. Tapi bagaimana pun juga bayi itu sudah meminum asinya hingga bayi itupun seperti mengenali Vivian.Seperti ada ikatan yang tidak mudah untuk dijelaskan, tetapi terlihat jelas bahwa Cila begitu nyaman dengan Vivian.Arsen pun tersenyum melihatnya."Akhir-akhir ini, Bos lebih sering tersenyum ya," kata Sandy yang langsung menepuk pundaknya.Arsen pun melirik tangan Sandy dengan tajam."Hehehe, maaf, Bos," Sandy tersenyum kecut menyadari kelancangannya."Sepertinya kau mau menikah dengan Indra,
Last Updated : 2026-06-18 Read more