Dan perlahan... matanya membelalak takjub. Gambarnya... luar biasa. Detailnya tajam, garisnya tegas, dan konsepnya sangat unik, berani, dan futuristik. Secara teknis, ide Arkana memang jauh lebih matang, lebih 'gila', dan lebih berkelas daripada idenya. Aisyah harus menelan ludahnya. Ia harus mengakui kalau cowok ini memang jenius. Tapi sifat menyebalkannya itu tetap saja membuatnya ingin memukul pelan lengan kekar itu. "Tuh liat," kata Arkana tanpa menatap Aisyah, masih fokus pada kertasnya. "Kita gabungin konsep lo yang estetik dan lembut, sama konsep gue yang struktural, kuat, dan berani. Jadi satu paket lengkap yang nggak ada lawan." Aisyah terdiam lama. Akhirnya ia menghela napas panjang, mengalah pada logika. "Oke. Deal," gumamnya pelan, malas. "Tapi jangan sok tahu terus, jangan merasa paling pintar." Arkana tersenyum tipis, senyum kemenangan yang manis namun menyebalkan. "Tergantung lo bisa ngejalaninnya apa enggak, Nona Wijaya." Di luar kelas, tersembunyi di balik di
최신 업데이트 : 2026-04-26 더 보기