Malam itu, suasana di ruang makan utama rumah besar keluarga Wijaya terasa begitu hangat, hidup, dan penuh dengan gelak tawa yang lepas. Suasana yang dulu selalu dingin, kaku, dan penuh tembok pembatas, kini telah berubah total. Ruangan itu tidak hanya diisi oleh Reza dan Kalia, tapi juga Tuan Mahendra beserta istrinya yang kini duduk berdampingan dengan sangat akrab dan santai. Tidak ada lagi jarak yang memisahkan. Tidak ada lagi kecanggungan yang menyiksa. Tidak ada lagi tatapan curiga atau benci. Yang ada hanyalah dua keluarga besar yang kini bersatu, menikmati makan malam bersama, layaknya saudara darah daging yang sudah lama terpisah dan akhirnya dipertemukan kembali. Reza duduk dengan tenang di kursi utamanya, tepat di samping Kalia. Di bawah meja, tangan mereka saling menggenggam erat, seakan tak ingin melepaskan satu sama lain lagi selamanya. Mata mereka berdua berkeliling mengamati pemandangan indah di hadapan ini, dan di sudut mata mereka, terbit rasa haru yang begitu
Terakhir Diperbarui : 2026-05-07 Baca selengkapnya