“Semua orang bisa berubah,” potong Aluna cepat. Dia berusaha menyembunyikan rasa gugupnya. “Kalau hampir kehilangan sesuatu, perubahan itu bisa terjadi dalam satu detik.” “Tapi tidak secepat ini,” Balasan Raka dingin. “Kamu seperti bukan Aluna yang ku kenal.” “Kamu memang tidak pernah mengenalku, Raka,” balas Aluna. Entah kenapa, sekarang dia lebih percaya diri. Dia menatap Raka lebih dalam lagi. “Bukan hanya aku yang acuh, tapi kamu juga,” katanya. “Kamu juga dulu acuh padaku. Kamu bahkan tidak peduli dengan semua yang kukerjakan. Termasuk mengontrol kesehatan paru-paruku setiap minggu. Tapi sekarang—” Aluna menggantung kalimatnya. Dia mendekatkan wajahnya dengan wajah Raka. “Sekarang, kamu justru memasang badan untukku. Bukankah itu aneh? Kamu bilang, kamu tidak mencintaiku. Lalu apa perlakuanmu ini?” Berhasil. Aluna berhasil membungkam Raka dan menyeretnya pada kebingungan seorang diri. Dalam hati dia mengucapkan ribuan kata maaf karena sudah berbicara kasar, pa
続きを読む