LOGINSinopsis Seorang wanita muda yang tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah begitu drastis. Dia masuk ke dalam dunia novel yang sering ia baca. Ia terbangun di tubuh wanita lain bernama Aluna Rengganis, yang telah menikah dengan Kapten Raka Juang Mahardika—perwira militer yang terkenal dingin, tegas, dan hampir tidak pernah pulang ke rumah. Masalahnya, Aluna mengetahui satu hal yang mengerikan. Ia berada di dalam sebuah cerita tragis. Dalam cerita aslinya, Aluna Rengganis adalah istri yang membenci suaminya sendiri. Ia memaksa perceraian, menolak segala kebaikan Raka, dan akhirnya mati sendirian setelah terjebak dalam sebuah konspirasi yang menghancurkan hidupnya. Namun jiwa yang kini berada di tubuh itu bukan lagi wanita yang sama. Aluna yang baru justru melihat sesuatu yang berbeda pada Kapten Raka—seorang pria yang diam-diam melindungi banyak orang, tetapi tidak pernah tahu bagaimana cara mencintai. Jika ia mengikuti alur cerita aslinya, maka kematian menantinya. Karena itu, Aluna memutuskan untuk melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh wanita sebelumnya. Ia akan mengubah takdirnya. Mulai dari satu hal yang paling mustahil: membuat Kapten Raka jatuh cinta padanya … sebelum takdir membunuhnya lebih dulu. Namun Aluna tidak menyadari satu hal. Saat Kapten Raka akhirnya mulai membuka hatinya, takdir yang lebih kejam justru mulai mendekat. Dan kali ini, kehilangan Aluna mungkin akan menghancurkan sang kapten selamanya.
View MoreAluna tersenyum tipis. Bohong kalau dia tidak ragu. Bohong, kalau dia tidak menyayangi semua jerih payahnya. Tapi semua sudah menjadi keputusan. Dia sudah menganggap kalau pertemuan ini memang sudah menjadi jalan takdirnya. “Apa itu benar-benar hidupku?” tanya Aluna. Justru pertanyaan itu yang keluar dari mulutnya. Pertanyaan itu membuat Raka terdiam lagi. Aluna menunduk sebentar, lalu kembali menatapnya. Dengan tatapan yang lebih tenang dan lebih jujur. “Aku emang hidup di sana, tapi aku nggak merasa hidup,” lanjutnya pelan. “Semua berjalan seperti kewajiban. Aku bangun, kerja, pulang. Besoknya ulang lagi. Aku bahkan nggak ingat kapan terakhir kali aku merasa benar-benar bahagia di sana. Semuanya terasa begitu monoton.” Raka menggertakkan rahangnya pelan. Pupilnya menyusut. Dia tidak tahu kalau hidup Aluna sebenarnya serumit itu. Bahkan kalau diingat, masa kecilnya bersama sang mama mungkin jauh lebih baik dari kisah hidup Aluna. “Aku nggak bilang hidup Aku di sana buru
Aluna bangkit dari duduknya. Matanya masih menatap ke arah gerbang. Di mana tulisan itu berada. Lambat laun, cahaya yang membentuk tulisan itu mulai memudar. Seperti sebuah asap yang mulai hancur tersapu angin. Perlahan, Raka mulai menggenggam tangan Aluna. Membuat dia menoleh ke arah pria yang ternyata sudah lebih dulu menatapnya. Raka sudah tersenyum. ada kelegaan yang terpancar dari wajah tegas itu. “Kamu bilang… kamu mau happy ending,” ujar Raka dengan suara yang nyaris seperti bisikan. Aluna hanya mengerjap pelan. “Ini mungkin akhirnya. Kita sudah bahagia, dan villain dari cerita ini juga sudah terungkap.” Entah kenapa, ucapan Raka sama sekali tidak membuatnya lega. Villain utama? Aisar? Jelas bukan Aisar. Lagi pula, yang dia tahu, setiap tokoh yang keluar dalam cerita pasti memiliki tujuan dan plot sendiri. Dan di cerita ini, masih banyak tokoh yang menggantung dan perannya belum terasa sama sekali. Sabrina, Andi, Arga, bahkan Dion dan Jenderal yang sering disebutkan.
Raka kembali melingkarkan kedua tangannya di pinggang Aluna. Menghirup dalam aroma tubuh wanita itu yang tidak pernah membuatnya bosan. Dari kejauhan, suara prajurit masih terdengar, meskipun mereka sudah berlari menjauh. Beberapa bahkan masih sempat melambaikan tangan, membuat Aluna semakin salah tingkah. “Kamu tahu… ucapan kamu yang berhasil membuat Kolonel Andi terpojok, berhasil membuat gosip baru di markas,” ujar Raka, kini dia sibuk memainkan ujung rambut Aluna yang tergerai. “Gosip apa? Kata siapa?” “Dion… dia yang bercerita. Serius kamu tidak tahu alasannya?” taya Raka dengan sebelah alis terangkat. Aluna hanya menggeleng samar. Dia masih merasa kalau apa yang dia katakan pada Kolonel Andi dua bulan yang lalu adalah hal yang wajah. Raka menarik napas panjang. Dia menyandarkan wajahnya di perut Aluna. “Kolonel tidak pernah bisa
Tanpa banyak bicara, Rengganis mengambil ponselnya, lalu masuk ke platform online itu. Namun belum ada chapter baru. Sindi yang menyadari itu, kembali mengernyit. Dia meremas papan kerani yang ada di genggamannya. “Ada apa? Apa terjadi sesuatu?” Rengganis tidak menjawab, tapi hanya dengan membalas tatapannya saja, Sindi sudah tahu kalau ada sesuatu yang tidak beres yang sedang terjadi. Sementara itu di dunia cerita, sudah ada dua bulan setelah insiden itu terjadi. Raka sudah mulai pulih, Andi terbukti tidak bersalah, Arga diturunkan dari pangkatnya, dan Aisar masih ada di dalam penjara. Semuanya berjalan sesuai yang Aluna inginkan. Hanya satu yang tidak ia tahu kabarnya. Sabrina. Wanita itu seperti ditelan bumi. Dia bahkan selalu meminta informasi dari Dion, tapi tetap tidak mendapat jawaban. “Kamu lagi apa?” tanya Aluna, ketika melihat Raka yang sedan
“Bagus,” lanjutnya lirih. “Berarti aku tidak perlu mencarinya terlalu jauh.” Di depannya, Rengganis hanya bisa menggeleng lemah. Air matanya sudah mengalir tanpa henti. Dia ingin berteriak, ingin memperingatkan Aluna, tapi mulutnya tersumpal kain. Tubuhnya te
Di bawah, Arga dan Sabrina sudah duduk tenang seperti sebelumnya. Sabrina tampak anggun dengan aura dingin yang sulit disentuh. Dia duduk dengan kaki disilangkan, gaun biru tua membalut tubuhnya dengan sempurna, sementara rambutnya terikat rapi tanpa satu helai pun yang lepas.
Tubuh Raka langsung menegang. Pupilnya melebar dengan napas yang sudah tercekat. Lagi-lagi petunjuk tentang anggota militer. Siapa yang berani menginjak harga dirinya sampai sejauh ini. “Tapi itu mimpi.” Suara Raka melemah dan tidak setegas sebelumnya. Seolah dia sedan
Dion mendengus. Kalau saja Raka bukan atasannya, dia pasti sudah berani menyentul buah jakun pria itu. Dalam situasi tegang seperti ini saja, dia masih bisa bermain teka-teki. Tanpa meminta persetujuan, Dion mengambil satu potong kue bantal itu. Raka memperhatikannya tanpa






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore