Dokter itu berjalan pergi ke luar kamar, disusul Jonathan yang mengantarnya pergi. Zevran terduduk diatasi ranjang, wajahnya masih memerah tetapi rasa panas ditubuhnya mulai mereda. Nerlina menatap pria itu dengan tatapan kekhawatiran, ia ikut duduk dipinggir ranjang dan menatap ke arah luka goresan yang sengaja di buat oleh Zevran. "Tuan, kenapa kau melukai dirimu," tanyanya, pelan. Zevran dengan wajah yang lemes menoleh, ia menatap ke arah luka di pergelangan tangannya. "Soal itu, aku hanya mau mengendalikan diriku. Aku tidak mau jika perbuatanku tadi malah melukaimu," ujarnya. Zevran tahu dirinya sedang di dalam obat perangsang, jika ia tidak melukai tangannya ia malah berbuat nekat dan malah melukai Nerlina. Ia menghela napas sejenak," Maaf Nerlina jika aku tadi menakutimu," ujarnya, pelan. Nelina menunduk dengan cepat ia menggeleng, "Tidak apa apa tuan, aku tahu bahwa kau sedang dikendalikan racun. Tapi aku masih bingung, siapa yang berbuat jahat kepadamu," jelasnya. Ze
Last Updated : 2026-06-08 Read more