Wulan berhenti tepat sebelum melewati pintu VIP.Langkahnya tidak terburu-buru, hanya berhenti seperti seseorang yang sudah menduga hal itu akan terjadi.Ia menoleh sedikit ke samping, menatap Nyonya Hartono tanpa banyak emosi. "Ada apa lagi?" tanya Wulan datar. Nyonya Hartono menarik napas, lalu tersenyum canggung. "Ah, aku masih ingin membahas sesuatu denganmu." "Jika bisa, cepat katakan disini saja," ujar Wulan, datar. Nyonya Hartono menatap Wulan dengan ragu, "Ini masalah cukup penting, alangkah baiknya kita membicarakannya sambil makan." Nyonya Hartono memberikan gestur agar Wulan segera duduk. Wulan diam sejenak, mencoba menimbang nimbang jawaban atas permintaan dari Nyonya Hartono. Lalu dengan cepat ia membalikkan badannya dan berjalan ke arah kursi yang tak jauh darinya. "Baik, aku akan mendengar apa yang kalian bahas," ujarnya. Nerlina menatap ibunya sekilas, lalu mengikuti langkah Wulan dan segera duduk di sebelahnya. Nyonya Hartono buru buru duduk di sebelah
Mehr lesen