Nurul sedang membersihkan rumah, saat melihat Daffa keluar kamar. Pagi ini rumah terasa lebih lengang dari biasanya. Ibunya menjaga warung dan ayahnya mengantar Alfi sekolah. Hari ini Daffa akan ke kampus."Daf… gimana progres laporan ke polisi?" tanya Nurul penasaran. Ia menatap adiknya yang tengah merapikan tas.Daffa yang semula berdiri tegak, perlahan menghela napas. Ia lalu duduk kembali di kursi kayu, wajahnya tampak lelah."Belum ada perkembangan, Mbak," jawabnya pasrah. "Kemarin aku ke kantor polisi lagi. Menanyakan tentang perkembangan kasusnya."Nurul menunggu, meski dari raut wajah Daffa ia sudah bisa menebak jawabannya."Bukannya mendapat kabar baik, eh mereka malah minta uang transport," lanjut Daffa getir. "Katanya kalau mau diburu, ya harus ada biaya operasional. Waktu aku bilang aku cuma mahasiswa alias belum punya penghasilan, mereka bilang, ya sudah, kalau begitu ikhlaskan saja."Daffa tersenyum pahit. "Mereka juga menyalahkan aku. Katanya aku ceroboh. Harusnya aku
Read more