Mereka akhirnya masuk ke dalam gerai es krim dengan dua suasana hati yang sangat berbeda. Alfi dan Elang tampak sama-sama gembira.Sedangkan Nurul sangat gelisah.Alfi sibuk melihat-lihat gambar es krim yang dipajang di dinding mau pun di layar. Mata Alfi berbinar memperhatikan berbagai macam menu es krim di sana."Bu... banyak..." gumamnya kagum."Iya. Banyak sekali pilihannya. Alfi mau Ibu pesankan apa?" tanya Nurul lembut. Ia melihat waiter menghampiri dengan membawa buku menu dan pena. "Hallo, mau memesan apa, Dek, Pak, Bu?" sapa sang waiter dengan senyum ramah.Alfi langsung refleks menoleh pada Nurul. Seperti biasa ibunyalah yang memesankan.Namun sebelum Nurul membuka mulut, Elang lebih dulu bersuara."Alfi kan sudah besar. Pesan sendiri saja," bujuk Elang. Usul Elang membuat Alfi langsung menegang. Ia tampak panik danmenggigit bibirnya pelan."Alfi nanti... salah," katanya ragu."Tidak apa-apa kalau salah," ujar Elang santai. "Nanti bisa diulang lagi." Alfi tampak masih rag
閱讀更多