Pagi ini, Nurul duduk tenang di ruang kerja Mahdi. Tangannya menggenggam tas di pangkuan, sementara matanya sesekali menatap map cokelat yang berada di atas meja pengacara tersebut. Hari ini pernikahannya dengan Erland telah resmi berakhir.Mahdi yang duduk di balik meja memindai jam di pergelangan tangannya."Erland ini omongannya emang nggak bisa dipegang. Katanya urusan udah harus selesai pukul sembilan pagi. Ini jam setengah sebelas, batang hidungnya pun nggak kelihatan," omel Mahdi kesal. "Sabar aja, Di. Dia pasti datang," ucap Nurul tenang. "Semalam aja waktu nelpon gue, dia kayak udah nggak sabar banget pengen jadi duda," tutur Nurul santai.Bertepatan dengan ucapan itu, pintu ruangan terbuka. Wulan, asisten Mahdi masuk bersama dengan Erland. Nurul mengamati Erland dari atas ke bawah. Penampilannya tampak sangat berlebihan hanya untuk datang ke kantor pengacara. Erland mengenakan jas formal lengkap dengan dasi dan celana bahan. Alih-alih ke kantor hukum, Erland lebih mirip se
Baca selengkapnya