Pukul setengah tujuh pagi, sebuah mobil hitam berhenti di depan rumah sederhana milik Nurul. Warung sudah buka dan beberapa ibu-ibu sedang berbelanja. Kedatangannya membuat keributan kecil karena beberapa orang ibu mengenalnya. "Assalamualaikum." Elang menyapa Bu Nafisah sopan. Ia juga mengangguk sekilas pada seorang ibu yang sudah sepuh."Walaikumsalam. Mau menjemput Nurul ya? Ibu panggil sebentar ya," kata Bu Nafisah ramah. Namun senyumnya agak kaku. "Tidak usah, Bu. Kalau boleh, saya menunggu di dalam saja. Siapa tahu, Nurul belum siap," ujar Elang."Eh, kamu bosnya Nurul yang pernah mengantarkan galon ke rumah Oma kan?" Oma Tatik mengenali anak muda baik hati yang pernah membantunya. "Benar, Oma." Elang mengangguk." Rumah Oma Nomor 11 A di depan bukan?" tambahnya lagi. "Iya, betul. Kamu ini sudah ngganteng, baik hati, ingatannya kuat lagi." Oma Tatik kesenangan Elang masih mengingatnya. "Oma mau beli apa lagi?" Potong Bu Nafisah. Ia takut Elang menjadi tidak nyaman karena rum
Baca selengkapnya