Pagi itu, Yuna baru saja selesai membuat sarapan sederhana untuk mereka berdua. Beberapa sandwich, telur, dan buah potong tersusun rapi di atas meja makan. Ia sedang menuangkan kopi ke dalam cangkir ketika suara langkah kaki terdengar dari arah lorong kamar hingga Yuna refleks menoleh. Kai baru keluar dari kamar utamanya. Dan seperti biasa, pria itu sudah berpakaian rapi. Jas gelap yang pas di tubuhnya membuat sosoknya terlihat profesional dan sulit didekati. Rambut hitamnya tertata sempurna, sementara jam tangan mahal sudah melingkar di pergelangan tangannya. Kai melirik sekilas ke arah meja makan sebelum berjalan mendekat dan duduk di kursinya. Setelah selesai menuangkan kopi, Yuna meletakkan secangkir kopi hangat di depan pria itu. "Ini kopinya." Kai mengangguk kecil. "Hm." Lalu, Yuna menarik kursinya sendiri dan duduk di seberang Kai. Gadis itu mengambil satu sandwich dan mulai makan perlahan. Beberapa saat, hanya terdengar suara peralatan makan dan dengungan samar AC. S
Read more