Untuk beberapa saat, Yuvita hanya terdiam setelah mendengar nama itu. Ekspresinya membeku, membuat jantung Yuna ikut menegang. Ini bukan sekadar teman lama. Ini mantan. Dan bukan mantan biasa yang baru beberapa tahun berpisah, tapi seseorang yang sudah puluhan tahun tak pernah muncul lagi dalam kehidupan ibunya. "Bu ...?" panggil Yuna hati-hati. Yuvita berkedip sekali, lalu dua kali. Dan matanya tiba-tiba membesar. "Tunggu. Kendrik Verazo? Mantan hakim galak itu?" Yuna mengangguk pelan. "Iya, Bu." Seketika wajah Yuvita berubah cerah, seperti mendapat kabar paling menyenangkan sepanjang tahun. "Serius, Nak?!" tanyanya antusias. Yuna melongo. Ia sudah membayangkan berbagai skenario—suasana canggung, haru, bahkan air mata. Tapi jelas bukan seperti reaksi ini! "Ibu ... senang?" tanya Yuna tak percaya. “Ya iyalah, Yuna!” Yuvita langsung tertawa kecil sambil merapikan rambutnya dengan semangat. “Ya ampun, sudah berapa tahun ya sejak terakhir ketemu? Dua puluh tujuh tahun lebih,
Read more