Yuna membeku di tempat. Karena untuk kedua kalinya, dirinya melihat Firas berada di lantai VIP rumah sakit ini dengan santai. Bahkan cara pria itu keluar dari kamar rawat Yuvita sekarang terlihat begitu leluasa, seolah dirinya memang bisa datang ke tempat ini kapan saja tanpa hambatan apa pun. Kalaupun Firas datang hanya untuk memeriksa kondisi Yuvita, bukankah seharusnya ia cukup berkoordinasi dengan dokter jaga rumah sakit ini? Apalagi rumah sakit tempat Firas bekerja memang berafiliasi dengan rumah sakit tempat Yuvita dirawat sekarang. Tapi tetap saja, kemunculannya akhir-akhir ini terasa terlalu sering bagi Yuna. Firas langsung menutup pintu kamar rawat perlahan di belakangnya sebelum tersenyum lembut ke arah Yuna. “Yuna, kamu baru datang kemari?” tanyanya hangat. “Ah, iya …” jawab Yuna pelan, “saya kebetulan baru pulang kerja.” Lalu sepersekian detik kemudian, sorot mata pria itu beralih ke arah Kai yang berdiri beberapa langkah di belakang Yuna. Tatapannya langsung berub
Read more