เข้าสู่ระบบYuna, pembaca novel reverse harem, terbangun di dalam tubuh Yuna Rein—tokoh antagonis yang ditakdirkan berakhir tragis di buku favoritnya. Bertekad mengubah nasib, ia menjauhi para tokoh utama. Namun demi menyelamatkan ibunya yang sakit parah, Yuna terpaksa menerima tawaran gelap pengacara dingin Kai Verazo: menjadi miliknya selama satu bulan. Di antara kelembutan dokter Firas Adiyaksa dan pesona pewaris Darren Mahesa, Yuna perlahan terseret ke dalam pusaran emosi, rahasia, dan ikatan tak terduga. Jika alur cerita mulai berubah … akankah ia benar-benar bisa selamat kali ini?
ดูเพิ่มเติมHari pernikahan telah tiba.Langit sore di The Orchid Garden berwarna keemasan. Ribuan bunga putih dan baby’s breath menghiasi altar sederhana namun elegan sesuai permintaan Yuna. Undangan dibatasi hanya keluarga dan orang-orang terdekat, menciptakan suasana intim yang hangat.Yuna berjalan menyusuri aisle dengan gaun A-line ber-detail lace yang dipilihnya bersama ibunya. Tangannya gemetar ringan di lengan Yuvita yang mengantarnya.Di ujung altar, Kai berdiri tegap dengan tuksedo hitam. Tatapannya tidak pernah lepas dari Yuna sedetik pun. Wajahnya yang biasanya dingin kini tampak lembut, bahkan sedikit tegang menahan emosi.Saat Yuna sampai di hadapannya, Kai mengulurkan tangan. Yuna meletakkan tangannya di atas telapak Kai yang hangat.“Kamu cantik sekali,” bisik Kai pelan, hanya untuk mereka berdua.Yuna tersenyum malu. “Kamu juga tampan.”Upacara berlangsung singkat, namun sarat khidmat. Saat mengucapkan janji pernikahan, suara Yuna sempat bergetar, menahan haru yang memenuhi dadan
“Jadi, sudah sejauh mana persiapan pernikahan kalian?” Pertanyaan Kendrik yang lugas itu membuat Yuna hampir tersedak air putihnya. Matanya membulat dan jantungnya berdegup kencang. “Eh? Sekarang?” tanyanya tanpa sadar. Kai yang duduk di sebelahnya hanya tersenyum tipis. Ia menjawab dengan tenang, seolah sudah mempersiapkan jawaban ini sejak lama. “Tanggal 18 Oktober. Venue utama di The Orchid Garden, kapasitas 300 orang. Resepsi malam hari. Saya sudah pesan tanggalnya dua minggu lalu.” Yuna menoleh cepat ke arah Kai. Yang benar saja, pria ini malah bergerak cepat dari yang ia kira?! “Kamu … sudah pesan?!” Kai mengangguk santai, seolah itu hal biasa. “Saya tidak suka menunda hal penting.” Ah, benar. Memang begitulah Kai. Begitu sudah mengambil keputusan, ia tak pernah suka menunda atau mengulur waktu. Yuvita langsung berseri-seri, matanya berbinar penuh semangat. “Wah, tanggalnya bagus! Ibu setuju. Kita harus pilih gaun secepatnya, Yuna! Ibu bayangkan yang model A-line denga
Beberapa hari setelah malam itu, Yuna akhirnya mengambil keputusan. Dengan langkah mantap, ia masuk ke ruangan Kai di lantai Firma Hukum Verazo & Associates dan meletakkan surat pengunduran dirinya di atas meja kerja pria itu. Sejak terbangun di dunia novel ini, Yuna selalu berusaha menghindari alur yang telah ditentukan sambil berharap bisa lolos dari akhir tragis yang menanti sang antagonis. Namun kini, saat memutuskan meninggalkan firma itu, Yuna menyadari sesuatu. Tanpa pernah ia rencanakan, ia telah melangkah begitu jauh hingga tak lagi sibuk melarikan diri dari takdir. Kai membaca surat itu sekilas. Sudut bibirnya perlahan terangkat, lalu berubah menjadi senyum lebar yang begitu puas—ekspresi yang nyaris tak pernah ia perlihatkan di kantor. Yuna mendengus pelan dan menyilangkan tangan di depan dada. “Udah puas, kan? Saya sudah menurut apa kata kamu.” Kai tidak langsung menjawab. Ia berdiri dari kursi kebesarannya, mengitari meja kerja dengan langkah santai namun penuh kuas
Kai membeku di tempat. Tatapannya yang biasanya tajam dan penuh kendali, kali ini dipenuhi kejutan yang tak bisa disembunyikan. Detik berikutnya, tangannya bergerak cepat. Ia menarik kepala Yuna ke dadanya dan memeluknya erat di koridor luar penthouse. “Terima kasih …” bisik Kai dengan suara berat, hampir parau. “Terima kasih karena sudah memberi saya kesempatan.” Pelukannya begitu kuat, seolah ia takut Yuna akan menghilang jika dilepaskan. Yuna terkubur dalam pelukan itu, menghirup aroma Kai yang sudah sangat familiar. Yuna tersenyum kecil di dada pria itu. “Terima kasih juga … karena sudah membuat hidup saya seperti roller coaster sejak kenal Anda.” Kai terkekeh pelan. Getaran tawanya terasa di dada Yuna. Ia melepas pelukan sedikit, cukup untuk menatap wajah Yuna, lalu mengambil cincin dari kotak itu. Kai mengangkat tangan Yuna dengan hati-hati. Tanpa terburu-buru, ia menyematkan cincin itu ke jari manis gadis itu. Saat cincin itu melingkar sempurna, keduanya hanya saling menat
Yuna seketika membeku di tempat. Napasnya tertahan. Firas menghela napas pelan dengan tatapan masih khawatir. Ia melanjutkan dengan nada lebih hati-hati. “Kalau benar begitu … saya ingin tahu. Karena saya tidak mau jadi orang yang tanpa sadar menambah luka kamu.” Yuna menunduk. Angin malam semaki
Yuna menelan ludah. Ia berusaha menata ekspresi secepat mungkin agar Firas tidak curiga. “Iya,” jawabnya singkat. “Mau pulang.” Namun, mata Firas membesar sepersekian detik. Tatapannya turun sebentar seperti memperhatikan mata Yuna yang sembab. Bahkan, wajah Yuna yang terlalu tegang untuk disebut
Yuna menatap pria itu, mulutnya kering. Darren hanya mengangguk sopan sambil tersenyum tipis. “Wah, saya nggak tahu ini sial atau beruntung, tabrakan dengan perempuan cantik seperti kamu,” katanya dengan nada santai. Yuna menelan ludah berat. “B–bisa aja. Tapi saya yang salah. Maaf—” “Tidak ap
Yuna menatap Kai dengan mata membelalak, napanya tercekat. Kata-kata ‘partner di ranjang selama satu bulan’ masih bergema di telinganya seperti tamparan keras. Kepalanya terasa kosong beberapa detik. Ia benar-benar tidak menyangka. Pria itu … bisa mengucapkan hal seperti itu dengan wajah yang tena












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
คะแนน
ความคิดเห็นเพิ่มเติม