LOGINYuna, pembaca novel reverse harem, tiba-tiba terbangun sebagai tokoh antagonis, Yuna Rein yang ditakdirkan berakhir tragis. Bertekad menghindari nasib itu, ia menjauh dari para tokoh utama. Namun demi menyelamatkan ibunya yang sakit parah, Yuna terpaksa menerima tawaran gelap dari pengacara dingin Kai Verazo untuk menjadi miliknya selama satu bulan. Di tengah perhatian dokter yang lembut Firas dan pesona pewaris konglomerat Darren, Yuna semakin terjebak dalam emosi, rahasia, dan takdir yang perlahan berubah. Jika cerita ini berubah … akankah ia selamat?
View More“Ini sudah kesalahan kedua kalinya dalam seminggu. Kamu harus lebih baik dari ini, Yuna. Atau saya akan pertimbangkan ulang posisi kamu di sini.”
Suara Kai yang dingin dan tajam memecah keheningan ruang rapat Firma Hukum Verazo & Associates. Dia berdiri di depan meja konferensi panjang, tangan disilangkan di dada, mata hitamnya menusuk langsung ke arah Yuna yang sedang duduk di kursinya, tubuhnya menegang. Jas hitamnya terlihat sempurna membalut tubuh tegap dan atletis itu, tapi auranya ... membekukan seluruh ruangan. Semua mata tertuju pada Yuna, yang wajahnya memucat. Tangan Yuna bergetar pelan di bawah meja. Yuna menelan ludah, tapi dalam hati, dia menangis pilu. 'Kenapa sih nasibku gini terus? Di kehidupan sebelumnya, aku sering dimarahi bos karena kerjaan kecil-kecil. Gaji pas-pasan, hidup susah, akhirnya kecelakaan truk itu bikin aku koma. Bangun-bangun di tubuh Yuna Rein ini, masih aja dimarahi bos. Apa aku dikutuk jadi budak korporat selamanya?' Ya. Dia bukan Yuna Rein yang asli. Dia adalah ... seseorang dari dunia nyata. Seorang pembaca novel yang kecelakaan mobil truk, koma, lalu bangun di sini seminggu yang lalu. Di tubuh seorang pengacara junior di firma hukum elite JS ini. Ini dunia novel reverse harem yang dia baca sebelum kecelakaan. Judulnya Tiga Bayang Pria Alpha. Dia ingat plot besarnya: Alya Reizka, tokoh utama yang manis, polos, tapi seperti magnet bagi tiga pria alpha. Salah satunya pria di depan mata Yuna. Kai Verazo. Pengacara top se Asia, sekaligus bos dingin, disiplin kelewatan, killer di pengadilan. Tipe red flag king yang digemari perempuan. Di novel, pria inilah yang nantinya akan berakhir dengan Alya. Sang bos yang berhasil menaklukan sang pemeran utama di cerita tersebut. Kalau Yuna sendirinya, aslinya adalah tokoh antagonis, rekan kerja Alya yang diam-diam iri karena Alya didekati tiga pria utama. Kecemburuannya perlahan berubah menjadi obsesi. Ia merancang berbagai intrik terhadap Alya, sampai akhirnya kisahnya berakhir tragis. Yuna yang sekarang menghela napas dalam-dalam. Ia sudah membulatkan tekad. Demi bisa survive di kehidupan ini, ia akan menjauhi plot utama, menghindari drama, dan mencari cara pulang ke dunia asli! Rapat bubar. Semua orang buru-buru keluar, tapi Kai memanggil dengan suara rendah. “Yuna. Ke ruang saya. Sekarang.” Yuna bangkit, kakinya terasa berat. Dia ikut Kai ke ruang pribadinya. Ruangannya besar dengan jendela kaca dari lantai ke plafon, pemandangan gedung-gedung tinggi di sore hari. Kai duduk di kursi kulit hitam besar di belakang meja. Kancing kemeja atasnya terbuka sedikit, memperlihatkan garis leher tegas dan sedikit dada berotot. Dia menyerahkan tumpukan berkas tebal. “Pelajari ini. Semua. Jangan pulang sebelum selesai. Dan jangan ada lagi satu kesalahan pun.” Yuna ingin protes. Dia capek, lapar, dan otaknya masih pusing adaptasi dunia baru ini. Tapi tatapan Kai ... seperti predator yang sedang mengukur mangsa. Kata-kata protes tertelan mentah-mentah. “Baik, Pak Kai,” jawabnya pelan, suara hampir bergetar. Dia ambil berkas itu, keluar ruangan dengan cepat. Saat keluar dari ruangan Kai, Yuna langsung dihadang oleh seorang senior wanita, Rosie, yang sudah lama di firma ini. Wajah Rosie menyeringai sinis, dikelilingi dua rekan senior lain yang ikut-ikutan tertawa pelan. Rosie adalah figuran di novel yang tugasnya seolah menuang minyak ke dalam api. Kalau ada skandal, langsung menyebar gosip. Kalau tokoh utama terlibat masalah, ia ikut menghujat habis-habisan. “Wah, Yuna lagi-lagi dipanggil bos ya? Pasti lagi modusin Pak Kai, kan? Liat aja, baju rok pendek gitu, sengaja biar keliatan kaki mulus?” ejek Rosie sambil menyikut rekannya. Wajah Yuna terasa panas. Begitulah memang sifat Yuna yang asli. Iri, penuh ambisi, dan menjadi sumber masalah bagi kehidupan Alya. Namun Yuna yang sekarang merasa itu bukan dirinya. Di dunia nyata, ia hanyalah orang biasa yang lebih suka hidup tenang dan tidak menonjol. Ia sama sekali tidak ingin menjadi pusat konflik, apalagi berakhir sebagai villainess dengan nasib tragis di akhir cerita. Tidak. Ia tidak mau berakhir seperti itu. Yuna tak melawan. Dia tersenyum paksa, menggeleng pelan. “Nggak kok, Mbak. Cuma tugas biasa.” Rosie malah melempar tumpukan berkas tambahan ke tangan Yuna. “Oh ya? Kalau gitu, ini kerjaan aku yang belum selesai. Kamu kerjain ya, biar aku bisa pulang duluan. Kamu kan lagi lembur sama Pak Kai, sekalian aja. Jangan bilang nggak mau, nanti aku lapor ke HR loh!” Yuna menggigit bibir dan mengangguk kecil. Ia mengambil berkas itu, lalu kembali ke mejanya. Ia memutuskan tidak protes. Menambah musuh bukan ide bagus. Hidupnya sebagai Yuna—tokoh antagonis dalam cerita ini—sudah cukup rumit. Yang ingin ia lakukan sekarang hanya satu: menjalani plotnya tanpa menimbulkan lebih banyak drama. Malam pun semakin larut. Kantor sudah sepi, lampu-lampu redup, hanya suara AC dan ketikan keyboard Yuna yang terdengar. Jam di layar laptop menunjukkan pukul 23:15. Akhirnya berkas selesai. Yuna capek luar biasa, badan pegal, mata perih. Dia ambil tas, matikan lampu meja, dan berjalan ke lift menuju basement parkiran. Gedung sepi. Basement gelap, hanya lampu emergency kuning redup. Dia melihat mobil sport hitam Kai masih parkir di spot khusus bos. “Loh, dia belum pulang?” gumam Yuna bertanya-tanya. Yuna lewat dekat mobil itu. Kaca pengemudi agak terbuka, cukup untuk melihat siluet di dalam. Kai sedang berciuman panas dengan seorang wanita, berambut panjang hitam bergelombang, memakai gaun ketat merah marun. Tangan Kai meremas pinggang wanita itu kuat, ciuman dalam, napas terengah-engah.Beberapa orang bertepuk tangan pelan, senyum ramah terpasang. Rosie memperhatikan Alya dengan mata berbinar dengan rasa tertarik yang jelas. Dan Alya… matanya bergerak pelan, menyapu ruangan. Sampai akhirnya berhenti tepat di arah Yuna. Tatapan mereka bertemu sepersekian detik. Tapi bagi Yuna, rasanya seperti waktu berhenti. Alya tersenyum kecil, sopan, tak tahu apa-apa. Senyum yang di novel asli selalu bikin hati para pria alpha meleleh—dan hati Yuna asli terbakar iri. Yuna buru-buru menunduk, berpura-pura sibuk membuka map di depannya. Jantungnya berdegup kencang sampai terasa di telinga. ‘Jangan … jangan dekati aku. Jangan bicara denganku. Jangan buat aku jadi bagian dari ceritamu.’ Pikirnya panik yang terus berulang. Tapi dalam hati, dia tahu: pertemuan pertama ini sudah terjadi. Dan di dunia novel, pertemuan pertama selalu jadi awal dari segalanya. Yuna menarik napas pendek. Tangannya gemetar. Perasaan terancam itu menekan dadanya. Lalu entah sejak kapan, suara lembut dan
Yuna menatap pria itu, mulutnya kering. Darren hanya mengangguk sopan sambil tersenyum tipis. “Wah, saya nggak tahu ini sial atau beruntung, tabrakan dengan perempuan cantik seperti Anda,” katanya dengan nada santai. Yuna menelan ludah berat. “B–bisa aja, Pak. Tapi saya yang salah. Maaf—” “Tidak apa-apa,” potong pria itu tenang. “Kecelakaannya juga ringan. Yang penting Anda tidak terluka.” Yuna memaksakan senyum kaku. “Terima kasih. Tapi tetap saja saya—” “Sudah,” katanya lembut sambil mengangkat tangan sedikit, menghentikan permintaan maaf itu. “Mobil bisa diperbaiki. Yang penting Anda selamat.” Kalimat sederhana itu membuat Yuna terdiam. Ada sesuatu dalam nada suaranya—tenang, hangat—yang anehnya membuat jantungnya kembali berdegup cepat. Yuna mengumpat dalam hati. Ini gawat, benar-benar gawat. Darren Mahesa, aslinya adalah pewaris keluarga konglomerat yang namanya sering muncul di berita bisnis. Ia dikenal ramah dan santai, seolah tidak pernah benar-benar terikat pada apa
Yuna menatap Kai dengan mata membelalak, napanya tercekat. Kata-kata ‘partner di ranjang selama satu bulan’ masih bergema di telinganya seperti tamparan keras.Kepalanya terasa kosong beberapa detik.Ia benar-benar tidak menyangka. Pria itu … bisa mengucapkan hal seperti itu dengan wajah yang tenang, seolah sedang membicarakan kontrak kerja biasa.Ia merasakan emosinya bercampur aduk. Antara marah, malu, dan tidak percaya.Bayangkan saja, bagaimana mungkin seorang seperti Kai yang dikenal dingin, elegan dan profesional bisa blak-blak meminta hal seperti itu?! Bahkan tak ada sedikitpun terlihat ragu di kedua matanya.Yuna menggeram dalam hati. Pria ini … benar-benar bajingan. Dia sudah menginjak harga dirinya sebagai perempuan.“Ti–tidak, Pak. Maaf, tapi saya bukan orang yang bisa Bapak perlakukan seperti itu.”Suara Yuna sempat tersendat, tapi ia memaksa dirinya menatap Kai. “Saya menolak. Saya tetap akan resign.” Suaranya kali ini lebih tegas, bahkan sedikit bergetar oleh kemarahan.
Yuna menegang di tempatnya, mata melebar menatap pria di depannya. Dokter Firas Adiyaksa. Pria yang seharusnya jadi magnet romansa untuk Alya, bukan untuknya. Di novel asli, Firas pertama kali muncul saat Alya mengalami kecelakaan kecil dan dirawat di rumah sakit ini, di mana dia jadi dokter yang menyelamatkan sang tokoh utama. Yuna Rein yang cuma figuran antagonis, hanya bertemu sekali-dua kali langsung dengannya selama plot utama berlangsung. Tapi sekarang ... dia sudah ketemu duluan. Di sini, di depan matanya, karena ibunya. Ya Tuhan, seharusnya Yuna belum bertemu dengan dia! Kalau Yuna jadi dekat dengan Firas, ia semakin terseret lebih dalam ke plot. Dan endingnya … benar-benar mengenaskan! Di novel, Yuna mati tragis setelah bikin skandal besar, ditinggal semua orang, bahkan ibunya sudah tidak ada. Ia bertekad tidak ingin berakhir tragis. Tujuannya sekarang cuma ingin berjuang, jauhi semua tokoh kunci. Yuna pun buru-buru geleng pelan, mundur setengah langkah. “Eh, ng






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews