Sinar matahari sore itu terasa terik dan menyengat, kontras dengan suasana hati Dilla yang sedang menuju sebuah toko percetakan di pinggir jalan raya untuk memesan menu baru kafe. Namun, langkahnya terhenti saat melihat mobil yang sangat ia kenali terparkir di depan sebuah butik pengantin yang tak jauh dari sana.Angga berdiri di samping mobil itu, tampak rapi dengan kemeja yang pas di tubuhnya. Ia sedang menunggu Faradiba yang baru saja keluar dari butik dengan menjinjing beberapa kantong besar. Senyum Faradiba begitu cerah, sementara Angga membalasnya dengan anggukan tipis yang bagi orang awam terlihat seperti kesopanan, namun bagi Dilla, itu adalah belati yang perlahan mengiris harapannya.Dilla mencoba menunduk, mempercepat langkah agar tidak terlihat. Namun, keberuntungan sedang tidak berpihak padanya."Dilla?" suara melengking Faradiba menghentikan langkahnya.Dilla terpaksa menoleh dan memasang senyum paling palsu yang pernah ia miliki. "Ah, Bu Fara. Pak Angga."Faradiba melang
Last Updated : 2026-04-23 Read more