Hailey duduk bersandar di kepala ranjang dengan napas yang belum sepenuhnya teratur. Kamarnya remang, hanya diterangi cahaya lampu yang ada di sudut meja. Keheningan membentang di kamar megah itu, tapi meski suasana kamar tenang, pikirannya masih berkecamuk tak menentu seakan banyak yang dia pikirkan.Hal yang membuat hati Hailey mengganjal adalah dia terpaksa berbohong pada Mathias. Meski sebenarnya bukan masalah besar, tapi berbohong jelas membuat Hailey tak nyaman. Lebih tepatnya dia tak ada niat untuk berbohong, hanya saja dia ingat bagaimana tempo hari Mathias marah di kala dia dekat dengan pria lain.“Lelah sekali,” gumam Hailey sambil membaringkan tubuhnya ke ranjang.Dia mulai mengatur napasnya, dan memaksa untuk tidur. Hati dan pikiran yang tak nyaman, lebih baik dia abaikan sebentar. Beristirahat untuk melupakan sejenak. Pun dia sadar selama tinggal dengan pria itu, selalu ada perasaan cemas dan tak nyaman serta pikiran yang dilingkupi rasa khawatir.Perlahan, ketika Hailey
Read more