Hingga kemudian, di kala Hailey terus menjalankan tugasnya menjadi pajangan cantik di samping Mathias, tatapan matanya tak sengaja menyapu ke ujung bar VIP. Di sana, berdiri seorang pria dengan setelan jas abu-abu gelap, sedang menyesap wiskinya dengan santai. David Brown. Pria itu menangkap pandangan Hailey. Bukannya memalingkan muka, David justru menatap Hailey dengan intensitas yang dalam, lalu memberikan sebuah senyuman hangat yang tulus—sebuah kontras dari semua kepalsuan di ruangan ini. Tak mungkin tak membalas karena kesopanan yang tertanam sejak kecil, Hailey turut memberikan senyuman singkat. Namun, sedetik kemudian, kesadaran menghantamnya. Dengan panik, Hailey segera membuang pandangannya, menolak untuk menatap David lagi. Dia bukan bermaksud sombong atau tidak tahu terima kasih atas keramahan pria itu, tetapi dia hanya tidak ingin mencari masalah baru dengan pria posesif yang lengannya sedang dia gandeng saat ini.Namun, Mathias Cameron tak sebodoh itu. Pria itu memiliki i
Read more