Teriakan itu langsung memecah suasana yang sebelumnya sudah kacau karena ledakan dan tembakan. Orang-orang yang tadi berlarian mendadak melambat sekedar mencari arah suara, bukan karena berani, tapi karena bingung harus bereaksi seperti apa. Sementara,Para pria berbaju hitam yang sejak tadi bergerak maju juga ikut berhenti beberapa langkah, saling menoleh untuk memastikan apa yang sebenarnya sedang mereka hadapi. Di tengah situasi itu, Indra tetap berdiri diam, tidak bergerak sedikit pun, namun justru dari diamnya itu tekanan terasa jelas dan nyata bagi siapa pun yang melihatnya.Indra tidak lagi melihat mereka sebagai ancaman yang harus dihitung satu per satu. Pandangannya lurus ke depan, fokus, dan tidak goyah, seolah semua keputusan sudah selesai diambil di dalam kepalanya. Tubuh Dina yang terbaring di belakangnya masih ada dalam kesadarannya, tapi kini berubah menjadi alasan yang membuatnya berdiri seperti itu. Rasa kehilangan belum hilang, tapi sudah bercampur dengan kemarahan ya
閱讀更多